Berikut daftar pejabat yang diberhentikan dan dilantik:
Memberhentikan :
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Hasil Sembiring Direktur Budidaya Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan
- Muhammad Syakir Kepala Badan Litbang Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
- Spudnik Sujono Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan
- Edi Abdurahman Kepala Pusat Manajemen dan Kepemimpinan BPPSDM
- Muhrizal Direktur Pupuk dan Pestisida, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian
- Pending Dadih Permana Direktur Pasca Panen Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan
- Tassim Bilhal Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal
- Dudi Haryono Direktur Perlindungan Tanaman Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan
- Widi harjono Kepala Sekolah Tinggi Pertanian Medan, BPPSDM
- Muhrizal Direktur Pupuk dan Pestisida, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (diangkat kembali)
- Widi Harjono Kepala Pusat Manajemen dan Kepemimpinan BPPSDM
- Laurensius Sihalloho Sekretatis Direktorat Jenderal Tanaman Pangan
- Suwandi Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi
- Fadjry Djufry Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan
- Dudi Gunadi Direktur Perlindungan Tanaman Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan.
Amran juga berpesan kepada Direktur Perlindungan Perkebunan agar menetapkan langkah aksi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), untuk mendukung UPSUS (Upaya Khusus) gula dan kakao.
"Direktur Pupuk dan Pestisida, segera tetapkan kembali kebutuhan pupuk 2016. Lakukan penyempurnaan distribusi pupuk dengan kartu subsidi dan selesaikan masalah kurang bayar pupuk bersubsidi," jelas Mentan.
Kepada Kepala Pusdatin, Mentan berpesan agar segera tetapkan langkah aksi untuk memperbaiki sistem dan mengurani keterlambatan data dan atasi perbedaan data antara unit kerja dan BPS.
"Kepada Kepala Pusat Manajemen dan Kepemompinan, jangan hanya menjual fasilitas akomodasi dan konsumsi, tetapi ambil peran dalam mengatasi kelemahan manajemen pembangunan pertanian.
Ia menegaskan kembali, pada para pejabat eselon II bahwa setiap pagi akan diminta laporan serapan anggaran dan program. "Setiap pagi sebelum sarapan eselon I akan tanya serapan anggaran. Pilihannya serapan naik, atau lelang yang naik (dicopot)," tegas Mentan.
(rrd/rrd)











































