Jelang Lebaran, Ahok Siap Gelontorkan Daging Murah Rp 85.000/Kg

Jelang Lebaran, Ahok Siap Gelontorkan Daging Murah Rp 85.000/Kg

Ayunda Windyastuti Savitri - detikFinance
Senin, 13 Jul 2015 12:12 WIB
Jelang Lebaran, Ahok Siap Gelontorkan Daging Murah Rp 85.000/Kg
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok siap menggelontorkan daging sapi murah melalui skema Operasi Pasar (OP). Harga daging yang dijual Rp 85.000-89.000/kg, atau jauh lebih murah dari harga pasar yang bisa mencapai Rp 120.000/kg.

"Kita akan operasi pasar, kita masih punya stok Dharma Jaya (BUMD pengelola rumah potong) kira-kira 70 ton. Kita akan lepas kira-kira Rp 85-89.000 mungkin, tergantung wilayahnya," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2015).

"Makanya ini yang saya bilang kita ingin tahun depan stok Dharma Jaya ini lebih besar lagi. Baru bisa melawan semacam 'importir' daging-daging sapi utuh itu loh. Dia masuk bisa jual mahal. Kalau kita bisa antisipasi kan beda," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahok menyebut, harga daging tahun ini di Jakarta tidak mengalami peningkatan secara signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Apalagi bila sistem pembayaran non tunai di Jakarta sudah berjalan, maka akan terpantau detil soal pergerakan harga dan si pembelinya saat ada operasi pasar.

"Pengalaman kita inflasi bulan ini oke loh sebenarnya. Juni-Juli ini dalam empat tahun terakhir paling rendah, hanya 0,3 persen. Kemarin kita lakukan operasi pasar dan dicatat siapa yang beli. Kita nggak mau lagi operasi pasar gelontorin berapa ratus atau puluh ribu ton beras yang beli nggak jelas," ujar Ahok.

"Kalau dengan orang yang beli jelas saya kira ini akan membuat para pemain spekulan mikir. Sama kayak daging, kalau kita gelontorkan Rp 85.000, kamu jual Rp 100.000 kan nggak mau beli. Nah, itu yang kita lakukan," katanya.

Evaluasi dari hasil operasi pasar yang dilakukan awal Ramadan sejak 2 hingga 16 Juli mendatang, Ahok menilai sistem non-cash belum berjalan sempurna.

"Belum sempurna tapi saya yakin tahun depan akan lebih sempurna. Kalau non cash itu membantu saya gampang untuk menganalisa. Kalau kamu catat-catat kan saya bingung, kalau kamu pakai bank pasti kan ada KTP jadi saya bisa tahu ini siapa, bolak-balik belinya berapa. Nggak mungkin dong kamu tiap hari bolak-balik beli daging sama beras 10 kilogram, ini kan berarti mau jualan," terang Ahok.

"Saya selalu yakin kalau operasi pasar harus non cash supaya saya bisa tahu siapa yang beli. Kalau tidak, oknum pedagang yang beli suruh pegawainya ngantre 10 orang. Secara prinsip kita harusnya non cash. Tapi belum siap juga tahun ini. Tapi daging ini agak sulit ya yang beli itu yang punya pendingin. Tapi kita inginnya semua non-cash," kata Ahok.

(aws/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads