Adhi Karya Diminta Bangun LRT, Setelah Jadi Dibeli Pemerintah

Adhi Karya Diminta Bangun LRT, Setelah Jadi Dibeli Pemerintah

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 13 Jul 2015 14:07 WIB
Adhi Karya Diminta Bangun LRT, Setelah Jadi Dibeli Pemerintah
Foto: Reuters
Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) diberi penugasan langsung oleh pemerintah untuk membangun moda transportasi Light Rail Transit (LRT) di kawasan Jabodetabek. Penugasan akan diberikan melalui Peraturan Presiden (Perpres).

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menuturkan pembangunan tersebut akan menggunakan dana dari perusahaan. Namun setelah pembangunannya selesai, maka sarana dan prasarananya. akan dibeli oleh pemerintah.

"Yang diusulkan Adhi Karya juga akan dibangun, nanti ada Perpres. Ini akan dibeli dengan APBN pada harga yang pantas," ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta Utara, Senin (13/7/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah dibeli pemerintah, akan dilanjutkan tender untuk operator sarana transportasi tersebut. Adhi Karya bisa jadi terpilih sebagai operator jika dianggap memenuhi ketentuan.

"Operatornya akan ditenderkan, lelang terbuka apakah Adi Karya atau yang lain yang dianggap kompeten. Ini akan sama dengan yang dibangun DKI," terang Jonan.

Adhi Karya hanya ditunjuk sebagai pembangun karena proyek ini dinilai tidak ekonomis. Harga tiket LRT akan jadi mahal jika tidak ada campur tangan pemerintah, yaitu sebesar Rp 37.500 untuk rute Bekasi Timur-Dukuh Atas.

"Kalau dibangun sendiri semua dengan uang komersial itu harga karcisnya Rp 37.500 untuk trase pertama Bekasi Timur sampai Dukuh Atas itu," tambahnya.

Sementara itu untuk KRL dengan rute yang hampir sama hanya dikenakan tarif sebesar Rp 5.000. Artinya ada kekhawatiran LRT akan sepi dari penumpang.

"Biar tarifnya itu lebih terjangkau. Ya kira-kira bisa sampai Rp 10.000. KRL Rp 5.000 sampai LRT Rp 10.000 kan lumayan," tukasnya.

(mkl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads