"Tahun 2014, jumlah sapi yang dipotong untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat mencapai 2,7 juta ton, 80% lokal dan sisanya didatangkan melalui impor," terang Direktur Budidaya Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Fauzi Luthfan usai jumpa pers di Gedung C Kementerian Pertanian, Senin (13/7/2015).
Impor masih memegang andil pasokan sapi bakalan. Tahun 2014 tercatat impor sapi bakalan mencapai 729.400 ekor. "Jumlah yang diimpor tahun 2014 masih sisa untuk stok awal tahun 2015 sebesar 261.100 ekor," tutur Fauzi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Stok sisa 2014, ditambah impor sampai Juni artinya kita telah menyetok hingga saat ini 559.991 ekor. Stok sapi bakalan di kandang Apfindo (Asosiasi Produsen Daging Dan Feedlot Indonesia) tercatat sampai 227.814 ekor. Artinya, kita telah memotong 332.147 ekor sapi bakalan selama 7 bulan terakhir ini," jelas Fauzi.
Ia menjelaskan, total kebutuhan sapi potong impor per bulan mencapai 45.000 ekor sedangkan kebutuhan total nasional mencapai 230.000 ekor sapi potong.
"Artinya impor menyumbang 20% kebutuhan sapi potong dan kebutuhan sapi impor terbesar ada di 3 provinsi yaitu DKI, Jawa Barat dan Banten, " tambah Fauzi.
(hen/hen)











































