Jerman dan Eropa mendapat 'serangan' berupa sindiran, karena menerapkan syarat yang terlalu berat bagi Yunani.
Penggunaan hastag #ThisIsACoup mendominasi lini masa Twitter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yunani sepakat untuk menaikkan pajak dan memangkas anggaran. Bahkan Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras setuju menempatkan aset negara ke dalam sebuah trust fund senilai 50 miliar euro.
"Tsipras harus menyerah di hampir setiap poin. Merkel (Kanselir Jerman) datang sebagai pemenang, dan bisa mendapatkan kesepakatan dengan parlemen Jerman," kata Kepala Strategi dari ICBC Standard Bank, Demetrios Eftastiou, dilansir dari CNBC, Senin (13/7/2015).
Hastag #ThisIsACoup merupakan suara kemarahan terhadap Jerman dan Eropa, yang dinilai merendahkan Yunani.
Menurut CNBC, hastag ini pertama kali digunakan oleh Sandro Maccarone, yang berkicau dalam bahasa Spanyol dengan mengatakan 'Proposal dari Eurogroup adalah sebuah coup (kudeta) terhadap masyarakat Yunani'.
Hastag ini secara cepat menyebar dan digunakan oleh para analis, komentator, dan ekonom untuk mengkritik tekanan penghematan yang dilakukan Eropa kepada Yunani.
Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker mengatakan, kesepakatan ini tidak merendahkan Yunani.
"Tidak ada yang menang dan kalah. Saya pikir rakyat Yunani tidak direndahkan, dan pemerintah Eropa lain tidak kehilangan muka. Ini adalah tipikal kesepakatan di Eropa," kata Juncker.
Meski begitu, masih ada yang membela Jerman dan Eropa, karena telah menyerahkan banyak uang kepada Yunani dalam suntikan dana senilai 240 miliar euro atau Rp 3.360 triliun.
Dalam kesepakatan terakhir, Yunani memang diharuskan mentransfer aset negara senilai 50 miliar euro, atau sekitar Rp 700 triliun dalam bentuk dana privatisasi, yang akan dijual untuk membayar utang-utangnya.
Dana privatisasi ini akan diletakkan di Luksemburg. Parlemen Yunani memiliki waktu hingga Rabu untuk mengesahkan aturan kenaikan pajak penjualan, dan reformasi dana pensiun sebelum utang baru cair.
Menurut Guy Verhofstadt, pemimpin dari Partai Liberal dan Demokrat di Parlemen Eropa, kesepakatan ini sangat penting.
"Ini penting. Karena bila Grexit terjadi (istilah Yunani keluar dari eurozone), maka akan menjadi bencana bagi rakyat Yunani, dan bagi masa depan Uni Eropa" kata Guy.
(dnl/ang)










































