Jalan tol ini diyakini bakal menjadi salah satu pengurai kemacetan jalan Raya Kalimalang yang menghubungkan Jakarta dengan Kota Bekasi. Jalan tol ini akan menghubungkan Jalan Casablanca (jalan layang non tol), Jakarta dengan Duren Jaya, Bekasi.
Kawasan ini menjadi langganan kemacetan parah, sehinggga waktu tempuh Bekasi-Jakarta bisa sampai 2-3 jam. Bahkan di media sosial sempat ada olok-olokan yang mengibaratkan Bekasi berada di luar planet bumi karena dianggap jauh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cuma bisa dilewatin 2 mobil bolak-balik. Kalau mau dipaksakan bisa 3 mobil tapi motor nggak kebagian nanti. Jadi memang lebar jalannya nggak memadai," ujar Eka warga Jatibening yang ditemui detikFinance, Selasa (14/7/2015).
Lewat jalan bebas hambatan pun tampaknya masih kurang cukup membantu. Pasalnya, saat ini untuk menuju Bekasi via jalan bebas hambatan atau jalan tol, pengendara hanya bisa mengandalkan Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Masalahnya, jalan tol ini tak hanya dilalui kendaraan yang ingin ke Bekasi saja melainkan menuju banyak lokasi lain di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Maklum, Jalan Tol Jakarta-Cikampek merupakan jalan tol alternatif utama pengurai lalu lintas jalur Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa.
"Makanya kalau ini (Jalan Tol Bacakayu), Bekasi bakal punya jalan tol sendiri. Seperti Bogor, Depok kan punya jalur sendiri. Bintaro, Serpong juga punya jalur sendiri. Makanya bisa lancar," tutur Rachamt warga Tambun, Bekasi.
Rachmat pun yakin, keberadaan jalan tol ini akan mempersingkat waktu tempuh perjalanan dari Kotanya menuju Jakarta. "Panjangnya itu 21 km, kita jalan santai saja 60 km/jam, paling 15-20 menit ke Casablanca," katanya.
Proyek pembangunan ruas tol Becakayu rencananya akan dibagi dalam dua tahap, yakni tahap satu terdiri dari tiga seksi sepanjang 11,5 kilometer dimulai dari Jaka Sampurna (Bekasi Barat) sampai Kampung Melayu dengan jumlah akses keluar masuk sebanyak lima titik.
Sedangkan tahap dua terdiri dari tiga seksi yang dimulai dari Jaka Sampurna (Bekasi Barat) sampai dengan Duren Jaya (Bekasi Timur) sepanjang 10 kilometer dengan akses keluar masuk sebanyak empat lokasi.
Saat ini, di lokasi sudah terlihat pembangunan tiang-tiang pancang baru di sekitar Kalimalang. Pembangunan yang dimulai tahun ini melanjutkan proyek yang sudah mangkrak 17 tahun.
(dna/hen)











































