Bersama China dan India, Pertumbuhan Ekonomi RI Terbaik di G20

Bersama China dan India, Pertumbuhan Ekonomi RI Terbaik di G20

Wahyu Daniel - detikFinance
Selasa, 14 Jul 2015 11:16 WIB
Bersama China dan India, Pertumbuhan Ekonomi RI Terbaik di G20
Foto: Grafik Pertumbuhan Ekonomi RI (Data Bank Indonesia)
Jakarta - Memang sepanjang kuartal I-2015 ini pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 4,71%. Namun bukan berarti ekonomi Indonesia buruk. Di antara negara anggota G20, pertumbuhan ekonomi Indonesia jadi nomor 3 terbaik.

"Saat ini di antara negara anggota G20, tiga negara yang paling baik pertumbuhan ekonominya adalah India, China, dan Indonesia," jelas Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo saat bertemu dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa di kantornya, Jakarta, Selasa (14/7/2015).

Seperti diketahui, sepanjang kuartal I-2015, pertumbuhan ekonomi China mencapai 7%. Pertumbuhan tersebut juga mengalami perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 7,3%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan pertumbuhan ekonomi India sepanjang kuartal I-2015 mencapai 7,5%. Ini menjadikan pertumbuhan ekonomi India sepanjang tahun fiskal 2014 yang berakhir Maret 2015 mencapai 7,2%.

Saat ini ada sejumlah negara yang ekonominya sedang resesi, dan mengalami kondisi berat.

Dalam data BI disebutkan, negara yang sedang mengalami resesi adalah Brasil dan Rusia. Pertumbuhan ekonomi Brasil sejak kuartal II-2014 hingga kuartal I-2105 berada di zona negatif.

Pada kuartal II-2014, ekonomi Brasil -1,2%, di kuartal III-2014 -0,6%, di kuartal IV-2014 -0,2%, dan di kuartal I-2015 - 1,6%.

Sedangkan Rusia, di kuartal I-2015 ekonominya -2,2%. Minusnya ekonomi Rusia disebabkan anjloknya harga komoditas yang menjadi andalan ekspornya terutama harga minyak, dan juga sanksi dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa Barat pasca krisis Crimea.

Rusia merupakan salah satu eksportir energi terbesar di dunia. Sedangkan Brasil merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Amerika Latin.

Karena itu, dalam paparannya, Agus Marto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga ikut melambat di tengah melambatnya pemulihan ekonomi global dan berbagai risiko eksternal.

Dalam data BI, perlambatan ekonomi Indonesia sudah mulai terjadi sejak 2011, di mana ekonomi Indonesia saat itu turun dari 6,22% di 2010 menjadi 6,17% di 2011. Berikut daftar perlambatannya:

  • 2010 pertumbuhan ekonomi 6,22%
  • 2011 pertumbuhan ekonomi 6,17%
  • 2012 pertumbuhan ekonomi 6,03%
  • 2013 pertumbuhan ekonomi 5,58%
  • 2014 pertumbuhan ekonomi 5,02%
  • Kuartal I-2015 pertumbuhan ekonomi 4,7%
Selain itu, dalam data BI disebutkan, ekonomi China sebagai salah satu penyerap ekspor terbesar Indonesia juga melambat. Ini membuat permintaan ekspor Indonesia menurun, dan pertumbuhan ekonomi tertahan.

(dnl/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads