"Saat ini di antara negara anggota G20, tiga negara yang paling baik pertumbuhan ekonominya adalah India, China, dan Indonesia," jelas Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo saat bertemu dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa di kantornya, Jakarta, Selasa (14/7/2015).
Seperti diketahui, sepanjang kuartal I-2015, pertumbuhan ekonomi China mencapai 7%. Pertumbuhan tersebut juga mengalami perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 7,3%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini ada sejumlah negara yang ekonominya sedang resesi, dan mengalami kondisi berat.
Dalam data BI disebutkan, negara yang sedang mengalami resesi adalah Brasil dan Rusia. Pertumbuhan ekonomi Brasil sejak kuartal II-2014 hingga kuartal I-2105 berada di zona negatif.
Pada kuartal II-2014, ekonomi Brasil -1,2%, di kuartal III-2014 -0,6%, di kuartal IV-2014 -0,2%, dan di kuartal I-2015 - 1,6%.
Sedangkan Rusia, di kuartal I-2015 ekonominya -2,2%. Minusnya ekonomi Rusia disebabkan anjloknya harga komoditas yang menjadi andalan ekspornya terutama harga minyak, dan juga sanksi dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa Barat pasca krisis Crimea.
Rusia merupakan salah satu eksportir energi terbesar di dunia. Sedangkan Brasil merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Amerika Latin.
Karena itu, dalam paparannya, Agus Marto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga ikut melambat di tengah melambatnya pemulihan ekonomi global dan berbagai risiko eksternal.
Dalam data BI, perlambatan ekonomi Indonesia sudah mulai terjadi sejak 2011, di mana ekonomi Indonesia saat itu turun dari 6,22% di 2010 menjadi 6,17% di 2011. Berikut daftar perlambatannya:
- 2010 pertumbuhan ekonomi 6,22%
- 2011 pertumbuhan ekonomi 6,17%
- 2012 pertumbuhan ekonomi 6,03%
- 2013 pertumbuhan ekonomi 5,58%
- 2014 pertumbuhan ekonomi 5,02%
- Kuartal I-2015 pertumbuhan ekonomi 4,7%
(dnl/ang)










































