Bupati Sidoarjo Minta Warga Korban Lumpur Lapindo Tidak 'Pateng Cruit'

Bupati Sidoarjo Minta Warga Korban Lumpur Lapindo Tidak 'Pateng Cruit'

Rois Jajeli - detikFinance
Selasa, 14 Jul 2015 14:59 WIB
Bupati Sidoarjo Minta Warga Korban Lumpur Lapindo Tidak Pateng Cruit
Foto: Bupati Sidoarjo (kanan)
Sidoarjo - Bupati Sidoarjo Saiful Illah meminta warga korban semburan lumpur Lapindo untuk bersabar, menunggu proses pembayaran ganti rugi dari dana talangan milik pemerintah Indonesia.

Saiful meminta warga tidak pateng cruit (saling bersahutan), ketika dirinya memberikan sambutan pada acara kunjungan kerja Dewan Pengarah Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) yang dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim Soekarwo dan unsur Muspida Sidoarjo, di Pendopo Delta Wibawa, Pemkab Sidoarjo, Selasa (14/7/2015).

"Acara ini mengingatkan kita semua bahwa awal musibah lumpur di kecamatan Tanggulangin, Jabon, pada 29 Mei 2006, yang terkenal dengan luapan lumpur Lapindo," kata Saiful Illah saat memberikan sambutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Sidoarjo ini menerangkan, banyak yang sudah dilakukan dalam menangani lumpur Lapindo, dan juga banyak tantangan yang dihadapinya.

Termasuk validasi berkas warga korban lumpur yang dilakukan oleh petugas BPLS. "Proses ini kita berharap selesai secepatnya sebelum hari raya (lebaran tahun 2015). Jadi ini bukan janji-janji tok, ini sudah tepat. Tapi harus diselesaikan dulu validasinya," ujarnya.

Ia menerangkan, sebelum menemui warga di pendopo, ketiga menteri berserta unsur BPLS, Gubernur Jatim ,dan Bupati, sempat merapatkan tentang kelancaran proses pembayaran ganti rugi.

"Tadi rundingan ketiga menteri dan Pak Gubernur. Karena ini tidak gampang. Ini uang negara harus dipertanggungjawabkan. Ini tadi yang dipecahkan bagaimana pembayarannya. Karena (warga) ada yang minta dibayar lunas, ada yang minta dicicil," tuturnya.

Ketika menyampaikan rencana pembayaran dicicil atau dibayar lunas, warga yang hadir di pendopo, saling bersahutan. Warga pun meminta secepatnya mendapatkan ganti rugi.

"Tenang, tenang, jangan pateng cruit (saling bersahutan). Tenang, ini sudah waktunya dibayar," kata Saiful Ilaah saat berusaha menenangkan warganya.

Setelah situasi kembali tenang, bupati meminta warga agar bersabar. Pasalnya, dana yang dibayarkan ke warga sebesar Rp 781 milliar lebih adalah uang negara yang harus dipertanggungjawabkan.

"Petugas berusaha memperkecil terjadi kesalahan-kesalahan, kehati-hatian. Saya imbau warga bersabar," terangnya.

"Dana pinjaman dana talangan dari pemerintah untuk korban lumpur sudah ada. Kalau lolos validasi, proses ganti rugi pasti diselesaikan," tandasnya.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads