Pertamina Temukan Cadangan Gas Baru di Struktur Arubay
Selasa, 22 Feb 2005 18:11 WIB
Jakarta - PT Pertamina Daerah Operasi Hulu NAD-Sumbagut berhasil menemukan cadangan gas pada struktur Arubay yang terletak sekitar 25 km arah barat laut kota Pangkalan Brandan. Struktur arubay adalah struktur tua yang dikelola Pertamina sejak 1975. Struktur ini sebelumnya dikenal sebagai penghasil minyak, namun karena produksinya semakin mengecil maka pengelolaan lapangan ini dihentikan tahun 2001.Demikian dikatakan oleh General Manager DOH NAD-Sumbagut Pertamina Ridwan Nyak Baek saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (22/2/2005).Penemuanm gas ini merupakan hasil inovasi yang dilakukan DOH NAD-Sumbagut setelah mengevaluasi kembali data sumur dan berbagai parameter bawah permukaan di lapangan-lapangan yang telah ditinggalkan. Dengan mengganti fluida komplesi dari air asin ke solar, uji kandungan lapisan pada zona 420 menghasilkan gas sebesar 2,3 mmscfd. Hasil evaluasi data bawah permukaan menunjukkan bahwa selamparan zona 420 yang meluas ke struktur pulau panjang yang merupakan sebelah barat struktur arubay.Kebehasilan ini telah menambah cadangan gas hingga Januari 2004 tercatat sejumlah 873.600 mmscf. Sebelumnya berhasil menambah produksi minyak mentah distruktur Rantau dari 380 meter kubik per hari menjadi 500 meter kubik dengan sendirinya menambah jumlah produksi minyak mentah DOH NAD-Sumbagut dari 3.800 barel per hari menjadi 4.660 barel per hari. Hingga akhir 2004 tercatat produksi minyaknya 1,4 juta barel atau naik 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara produksi gas sebesar 29 miliar kaki kubik atau naik 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Pada 2005 DOH NAD-Sumbagut terus berupaya meningkatkan kinerja dengan target produksi minyak 1,8 juta barel atau naik 22 persen dan target produksi gas 35 miliar kaki kubik atau naik 17 persen.Untuk pencapaiannya akan mengfokuskan pada prospek zona-zona dangkal kedalaman 400-600 meter antara lain dengan melakukan pemboran 7 sumur pengembangan dan reaktivasi 15 sumur di daerah Rantau, Aceh Tamiang dan Pangkalan Susu Langkat.Untuk mendukung program penghematan BBM, DOH NAD-Sumbagut bekerjasama dengan PLN dan PGN dalam penyaluran gas ke PLN sebesar 17.995.767,71 mmbtu dan PGN 6.166.707,12 mmbtu. Disamping itu juga menyalurkan gas untuk memenuhi kebutuhan kilang elpiji unit pengolahan I Pangkalan Brandan, kilang elpiji PT Maruta, kilang BBM Pangkalan Brandan, PT AAF, PT PIM dan PT KKA.Adapun biaya rata-rata yang dikeluarkan Pertamina untuk mendapatkan gas adalah US$ 1-1,2 per mcf dan untuk jualnya US$ 2-3 per mbtu.
(san/)











































