"Nomor satu Brasil sebanyak 3 juta ton (per tahun) atau 34,8% dari produksi kopi dunia. Kedua, Vietnam 1,32 juta ton atau 15,3%. Indonesia ketiga, tapi produksinya tertinggal jauh cuma 0,60 juta tonβ atau (8,9%)," kata Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Gamal Nasir Selasa (14/7/2015).
Padahal, dari sisi luas lahan perkebunanβ kopi, Indonesia jauh mengungguli kedua negara tersebut. Luas lahan perkebunan kopi Indonesia mencapai 1,3 juta hektar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Letak masalahnya pada produktivitas rata-rata per hektar kebun kopi di masing-masing negara. "Indonesia hanya 740-760 kg per hektar. Kalau Brasil bisa 6-7 ton per hektar. Vietnam juga tergolong tinggi sekitar 2-4 ton per hektar," papar dia.
Ia mengaku saat ini pihaknya sedang berkonsentrasi membuat rangkaian kebijakan untuk meningkatkan produktivitas kopi nasional. Salah satunya adalah dengan mendorong penerapan Good Agricultur Practice (GAP) alias Praktik Perkebunan yang Baik sesuai standar internasional.
Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas rata-rata per hektar lahan perkebunan. "Tinggal pembenahan saja supaya kita bisa menerapkan GAP. Kalau bisa kita bisa jadi pemain utama kopi di dunia," katanya.
(dna/hen)











































