Akibatnya, tidak ada moda penyambung atau feeder dari pusat pemukiman menuju kota Jakarta. Minimnya sarana transportasi massal ini membuat kemacetan luar biasa saat akhir pekan karena setiap keluarga bepergian memakai mobil pribadi.
Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai Pemkot di sekitar Jakarta seharusnya wajib aktif dan meniru Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Walikota Bandung Ridwan Kamil yang aktif merancang dan membangun moda transportasi massal seperti trem hingga monorel yang disediakan untuk warganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun pengembangan moda transportasi massal di kota Surabaya dan Bandung belum tampak signifikan, tapi ada niat dari Pemkot untuk menyediakan moda transportasi massal yang murah, cepat dan nyaman.
"Kita bicara pengembangan moda transportasi, nggak kelihatan sekarang paling cepat bisa 3 tahun. Itu kalau Pemdanya kuat," ujarnya.
Akibat moda transportasi massal yang tidak disediakan oleh kota suburban, maka warga Kota Depok, Bekasi, Tangsel, Tangerang hingga Bogor harus membayar ongkos lebih mahal.
"Kereta murah tapi mau ke stasiun nggak ada angkutan dari perumahan. Akhirnya naik kendaraan sendiri. Dia justru bayar bensin sama parkir dan jadi mahal lagi," tuturnya.
(feb/ang)











































