Demikian disampaikan Kepala BPS Suryamin, saat jumpa pers di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (15/7/2015).
Ekspor Indonesia di Juni mencapai US$ 13,44 miliar, naik 5,91% dibanding Mei 2015. Namun bila dibandingkan Juni 2014, nilai ekspor di Juni 2015 turun 12,78%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demikian juga ekspor non migas yang mencapai US$ 68,30 miliar atau menurun 6,62%.
Menurut sektor, ekspor non migas hasil industri pengolahan periode Januari-Juni 2015 turun 6,36% dibandingkan periode yang sama di 2014. Ekspor hasil tambang dan lainnya turun 9,80%, sementara ekspor hasil pertanian naik 1,35%.
Ekspor non migas ke Amerika Serikat (AS) di Juni 2015 mencapai angka terbesar, yaitu US$ 1,38 miliar, disusul China US$ 1,23 miliar, dan Jepang US$ 1,11 miliar dengan kontribusi ketiganya mencapai 31,09%. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara), dengan nilai US$ 1,39 miliar.
Indonesia mengekspor pakaian jadi, alas kaki, reaktor nuklir, coffee mix, kayu dan barang dari kayu, barang kertas, dan kakao ke AS. Sementara ke Jepang, Indonesia mengekspor bijih besi, pakaian, alas kaki, natural and cultural Pearl (mutiara). Sedangkan ke China, Indonesia mengekspor bijih logam, katun, cooper, alas kaki, besi, dan baja.
(drk/dnl)










































