Selama libur lebaran, pengusaha agen perjalanan (travel agent) tidak menyediakan tiket penerbangan murah. Karena maskapai tak menyediakan tiket murah, melainkan tiket dengan batas atas.
Wakil Sekjen Asosiasi Perusahaan Penjualan Tiket (Astindo), Pauline Suharno mengatakan, seperti yang terjadi sebelumnya, tiket penerbangan menjelang libur lebaran dan libur hari besar lainnya, baik arus mudik atau balik harganya naik.
"Harga semua pakai batas atas, apalagi rute-rute gemuk. Jadi bukan naik, tapi tiket yang harga murah dihapuskan. Kami jual pakai batas atas, harga yang mahal itu batas atas," ujarnya kepada detikFinance, Jumat (17/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Contoh Jakarta-Denpasar, hari biasa tiket penerbangan dijual Rp 1,5-1,6 juta, sementara pada saat liburan atau lebaran dijual di harga batas, atas yaitu Rp 3,3-3,6 juta.
"Hal biasa ya jual tiket dengan tarif batas atas, ini kesempatan maskapai dapat pendapatan lebih, semua dialokasikan ke harga mahal," katanya.
Pauline menjelaskan, saat ini semua tiket penerbangan dengan rute-rute gemuk hampir seluruhnya terjual alias full. Rute-rute gemuk yang selalu menjadi rebutan penumpang adalah Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, dan Padang.
Sementara rute lain yang juga menjadi favorit untuk liburan seperti Bali, Lombok, dan Tanjung Pandan juga sudah terisi penuh.
"Arus mudik arus balik juga sudah penuh, full semua," imbuhnya.
(drk/dnl)











































