Prancis sudah punya 'kereta peluru' dengan rekor melaju dengan kecepatan 574,8 km/jam, Jepang saat ini pemegang rekor dunia kereta tercepat Maglev atau magnetic levitation berkecepatan 581 km/jam. China sedang mengejar agar dapat sejajar dengan kedua negara yang telah lebih dulu berhasil memproduksi 'kereta peluru'.
China mengembangkan teknologi sistem fraksinasi sinkron permanen. Berbeda dengan kereta tercepat Maglev di Jepang yang tidak terjadi gesekan dengan rel, kereta cepat China ini masih memungkinkan adanya kontak atau gesekan dengan rel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini kami punya hak kekayaan intelektual atas sistem traksi yang sinkron dengan magnet permanen. Ini menandai babak baru bagi pengembangan kereta super cepat di China," kata Rongjun seperti dikutip dari Chinadaily, Senin (20/7/2015)
Menurutnya, hanya segelintir negara yang telah mampu memproduksi peralatan canggih seperti yang sedang dikerjakan, yaitu Jerman dan Jepang.
Peralatan traksi merupakan elemen terpenting dari 'kereta peluru'. Menurut Feng Jianghua, Deputi Direktur Zhuzhou Institut, sebagian besar kereta api berkecepatan tinggi didorong oleh sistem traksi dengan motor penggerak yang tersinkronisasi bolak-balik. Sistem traksi ini pertama kali dikembangkan pada 1970-an.
Zhuzhou Institute memulai penelitian sistem traksi dengan magnet permanen pada 2003. Setelah 8 tahun, proyek tersebut tuntas. "Kami lakukan tes dan terbukti sukses," kata Xu Junfeng.
Perkiraan kecepatan kereta tersebut akan mencapai 500 km/jam.
Jia Limin dari Universitas Beijing Jiaotong yang memimpin program inovasi tersebut mengatakan jika semua berjalan baik, 'kereta peluru' dengan sistem traksi terbaru akan beroperasi penuh pada 2018. Menurutnya, sistem ini menawarkan tenaga yang lebih, konfigurasi yang lebih sederhana, dan konsumsi listrik lebih rendah.
"Sistem baru ini punya lebih sedikit bagian dibanding peralatan traksi yang ada saat ini, jadi lebih handal dan efisien," kata Jia.
(hen/hen)










































