Gayung bersambut, tidak butuh lama untuk mencari investor, tahun ini India menerima tawaran China dan Jepang untuk membangun jalur kereta cepat dan beberapa proyek sedang dalam tahap studi kelayakan.
China sangat agresif untuk mengekspor teknologi kereta cepatnya. Di kawasan Asean, China menjajaki pembangunan kereta cepat di Malaysia-Singapura, Thailand dan Myanmar. Tahun 2014 mereka memenangkan proyek di Saudi Arabia dan Turki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China mendanai studi kelayakan proyek jalur 'kereta peluru' dari ibu kota negara di utara hingga Chennai di selatan senilai US$ 36 miliar. China meminta untuk segera memulai proyek percontohan.
Kedua belah pihak sepakat mempercepat implementasi proyek tersebut. China komitmen mewujudkan visi Perdana Menteri Modi untuk memodernkan kereta api yang merupakan moda transportasi yang digunakan oleh 25 juta warga India.
"Perdana Menteri yakin bahwa India dapat membangun bisnis yang serius dengan China, sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia sekaligua eksportir modal besar, India siap beri keamanan kondisi ekonomi," kata Analis kebijakan dalam negeri India C Raja Mohan, seperti dikutip dari reuters, Selasa (21/7/2015)
Presiden China, Xi Jinping pada September 2014 telah mengunjungi India dan menandatangani nota kesepahaman untuk kerjasama pengembangan jalur kereta cepat. Pendandatanganan MoU tersebut menjadi titik awal kerjasama kedua negara untuk mewujudkan jalur 'kereta peluru' di India.
Di Indonesia, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini sedang menyeleksi siapa pemenang untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung pada tahun 2015. Konsultan independen akan ditunjuk untuk menyeleksi, apakah investor Jepang atau China yang layak membangun kereta cepat senilai Rp 67 triliun.
(hen/hen)










































