India Berambisi Bangun Rel Kereta Cepat 2.000 Km

India Berambisi Bangun Rel Kereta Cepat 2.000 Km

Lani Pujiastuti - detikFinance
Selasa, 21 Jul 2015 16:45 WIB
India Berambisi Bangun Rel Kereta Cepat 2.000 Km
New Delhi - Semangat memiliki transportasi massal kereta cepat tak hanya di Indonesia. Beberapa negara besar lainnya seperti India juga punya 'mimpi' yang sama. India punya visi bisa membangun jaringan kereta cepat sepanjang 2.000 Km.

Dikutip dari situs resmi High Speed Rail Corporation of India Ltd (HSRC), sedikitnya ada 4 rute kereta cepat yang akan dibangun oleh negara dengan penduduk terpadat kedua di dunia. Kecepatan kereta yang akan dibangun mencakup 160-200 km/jam hingga 350 km/jam.

Rute yang akan dibangun adalah Delhi-Chandigarh-Amritsar, Delhi-Chennai, Mumbai-Ahmedabad, dan Chennai-Bangaluru-Mysore.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak Jepang menggarap studi kelayakan (feasibility study/FS) proyek kereta cepat rute Mumbai-Ahmedabad sepanjang 500 km melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).

Jepang telah menghitung biaya realisasi proyek yaitu senilai US $ 15,6 miliar dan menawarkan diri untuk mendanainya. Rencana proyek konstruksi akan memakan waktu selama 7 tahun dari 2017 hingga 2023.

Jika berhasil terealisasi, jalur tersebut akan memangkas waktu perjalanan dari Mumbai-Ahmedabad semula 7 jam 30 menit menjadi hanya 2 jam melintasi 12 stasiun. Jika dimulai tahun ini, jalur tersebut akan dapat beroperasi secara komersil mulai 2024.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyatakan siap mewujudkan visi Perdana Menteri Modi untuk memperkenalkan jalur kereta cepat shinkansen Mumbai-Ahmedabad.

Sementara itu untuk rute Delhi-Chennai, pihak India menggandeng China. Kereta cepat Delhi-Chennai sedang dalam tahap studi kelayakan yang digarap oleh China Railway Siyuan Survey and Design Group.

Sedangkan untuk rute Delhi-Chandigarh-Amritsar masih tahap pra studi kelayakan. Untuk rute kereta cepat Chennai-Bangaluru-Mysore masih tahap studi kelayakan yang menggandeng China Railway Eryuan Engineering Group yang bermitra dengan High Speed Rail Corporation of India Ltd

"Pada 2020, sedikitnya ada empat koridor sepanjang 2.000 km akan dibangun dan 8 koridor lainnya masih tahap perencanaan," jelas situs resmi High Speed Rail Corporation of India Ltd (HSRC), dikutip Selasa (21/7/2015)

Dalama keterangannya, pihak HSRC selaku badan usaha pemerintah India menyebutkan India membutuhkan infrastruktur kereta cepat. Hal ini sejalan dengan perkembangan negara-negara lain seperti China, Taiwan, AS yang juga akan membangun kereta cepat.

"India unik dan sendirian di antara negara-negara besar dunia, namun tidak memiliki kereta cepat dengan kecepatan lebih dari 250 km/jam," jelas HSRC.


Di Indonesia, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini sedang menyeleksi siapa pemenang untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung pada tahun 2015. Selain itu ada rencana pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya.

Konsultan independen akan ditunjuk untuk menyeleksi, apakah investor Jepang atau China yang layak membangun kereta cepat Jakarta-Bandung senilai Rp 67 triliun.



(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads