3 Penyebab Harga Emas Turun Terus

3 Penyebab Harga Emas Turun Terus

Angga Aliya - detikFinance
Jumat, 24 Jul 2015 10:40 WIB
3 Penyebab Harga Emas Turun Terus
Jakarta - Lupakan saja prediksi lama soal harga emas yang bisa menembus US$ 2.000/troy ounce. Saat ini harga emas sedang masuk tren melemah.

Harga emas dunia sudah anjlok lebih dari 40% sejak mencapai titik tertingginya pada 2011 lalu. Bahkan kini harga emas menuju ke US$ 1.000/troy ounce.

Dalam sepuluh hari berturut-turut, harga emas dunia sudah mengalami koreksi. Ini merupakan koreksi terpanjangnya sejak September 1996.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut ini tiga alasan harga emas terus turun, seperti dikutip dari CNN, Jumat (24/7/2015).

1. Dolar AS Perkasa

Tingginya nilai tukar dolar AS terhadap mata uang dunia lainnya membuat harga pembelian emas makin memberatkan investor. Padahal seharusnya emas menjadi instrumen investasi safe haven saat dolar AS bergejolak.

"Emas sudah terkena imbas dari penguatan dolar AS dalam dua pekan terakhir, seperti terhantam badai," kata Bob Alderman, Kepala Manajemen Aset dari Gold Bullion International.

Dalam beberapa pekan ke depan, dolar AS diperkirakan masih akan menguat, terutama gara-gara isu naiknya suku bunga The Federal Reserve.

2. China, Iran, dan Yunani

Tiga negara tersebut sedang menjadi fokus seluruh negara di dunia. Pasalnya, gejolak di tiga negara tersebut bisa mempengaruhi arah ekonomi dunia.

Harga emas sempat anjlok US$ 40 per ounce, setelah China mengumumkan jumlah cadangan emasnya yang lebih sedikit ketimbang sebelumnya.

Ketegangan antara Eropa dan Timur Tengah juga memuncak setelah kesepakatan nuklir Irak. Harga minyak dunia yang turun menular ke harga emas.

Sementara Yunani, setelah dapat dana bantuan berarti batal ditendang dari Eropa. Hal ini kembali mendorong dolar AS menguat, membuat emas bukan pilihan investasi terbaik.

3. Inflasi Rendah

Ketika inflasi tinggi, emas akan menjadi instrumen investasi yang menggiurkan. Namun, tingkat inflasi AS dalam beberapa bulan terakhir ini selalu di bawah ekspektasi The Fed.

"Selama lebih dari 5.000 tahun emas selalu menjadi bantalan ketika terjadi inflasi. Sekarang ini susah mengharapkan inflasi tinggi," kata George Gero, Direktur RBC Capital Markets.

Akankah Harga Emas Jatuh ke US$ 1.000?

Ini yang diperkirakan terjadi setelah The Fed menaikkan tingkat suku bunganya yang diprediksi akhir tahun ini. Sebab, naiknya bunga akan membuat dolar AS makin perkasa dan menekan harga emas.

Terakhir kali emas diperdagangkan di bawah US$ 1.000 itu pada tahun 2009 tak lama setelah krisis finansial global terjadi. Tapi tak semua orang pesimistis, ada beberapa analis yang percaya harga emas bisa rebound.
Halaman 2 dari 5
(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads