"Secara keseluruhan sudah menunjukkan perkembangan. Itu sangat penting, artinya Investor serius mengerjakan Proyek ini," ujar Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono kepada detikFinance, Jumat (24/7/2015).
Pekerjaan jalan tol sepanjang 181 km ini sendiri dibagi menjadi 3 paket besar pekerjaan. Bagian pertama, kata Basuki adalah ruas Solo-Kartosuro sepanjang 20,9 km di bagian Solo-Ngawi. "Itu bagian pemerintah yang dibiayai dari APBN murni," jelas Basuki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagian ke tiga dari Sragen-Nganjuk dikerjakan investor. "Pemerintah kerjakan yang ujung dengan ujung, investor tinggal kerjakan yang tengahnya. Pemerintah ambil alih yang ujung-ujung karena kan IRR-nya rendah," jelas dia.
Bagaimana perkembangannya?
Basuki menjelaskan, untuk ruas Solo-Kartosuro perkembangan pembangunan fisik sudah lebih dari 50%. "Dari 20,9 km, 10 km-nya sudah pembetonan, 9 km sedang land clearing (pembersihan lahan), dan 1,9 km sedang persiapan land clearing. Tanah sudah 88%," jelasnya.
Sementara, untuk ruas Nganjuk-Kertosono, saat ini sedang berlangsung proses lelang konstruksi. "Tanggal 23 Juli baru keluar pemenang lelangnya. Nanti tanggal 16 agustus tanda tangan kontrak. Target selesai konstruksi 2018. Pembebasan lahannya 42%. Tapi kita pakai undang-undang baru jadi pembebasan lahan bisa cepat. Lahan bukan masalah," kata dia.
Sedangkan untuk bagian terakhir yang merupakan porsi pekerjaan oleh investor, saat ini proses yang sedang berlangsung adalah pembersihan lahan atau land clearing yakni membersihkan lahan yang sudah terbebas dari tanaman, bangunan-bangunan hingga meratakan permukaan lahan yang akan dijadikan badan jalan.
Secara keseluruhan, permasalahan lahan sudah tak lagi jadi penghalang. "Kartosuro-Karangaanyar 10,4 km tanahnya sudah 94%, Karanganyar-Sragen 13,7 km sudah 91%, Sragen Ngawi 54,5 km sudah 88%, Ngawi-Madiun 19,6 km sudah 84%, madiun caruban 8,5 km sudah 69% dan Caruban-nganjuk 35,6 km sudah 63%," pungkas dia.
(dna/rrd)











































