Harga Minyak Dunia Kembali Tembus US$ 51 per Barel

Harga Minyak Dunia Kembali Tembus US$ 51 per Barel

- detikFinance
Rabu, 23 Feb 2005 10:08 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah dunia kembali melonjak menembus level US$ 51 per barel, yang merupakan level tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Para pialang terutama mencemaskan melemahnya dolar AS akhir-akhir ini serta datangnya musim dingin dan kemungkinan pemangkasan produksi minyak oleh OPEC.Di New York Mercantile Exchange, Selasa (22/2/2005), harga minyak jenis light sweet untuk pengantaran Maret sempat bertengger di level US$ 51,40 per barel, sebelum akhirnya ditutup di US$ 51,15 per barel yang berarti naik US$ 2,8 per barel. "Faktor yang terbesar saat ini adalah melemahnya dolar," kata Tom Bentz, salah seorang pialang dari BNP Paribas Commodity Futures seperti dikutip AP, Rabu (23/2/2005). Minyak mentah saat ini denominasinya dalam dolar AS, sehingga pendapatan dari OPEC untuk setiap barelnya tidak akan terentang jauh jika digunakan. Namun sejalan dengan melemahnya dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia membuat pembelanjaan minyak oleh negara lain yang tidak menggunakan dolar AS menjadi lebih mahal. Hal itu secara potensial bisa meningkatkan permintaan. Demikian juga musim dingin yang melanda Eropa dan AS turut memicu peningkatan kembali harga minyak mentah kemarin. James Cordier, Presiden Liberty Trading Group di St Petersburg mengatakan, lonjakan harga minyak mentah hingga diatas US$ 50 per barel kemungkinan hanya akan bersifat sementara karena para produser akan menggunakan kesempatan untuk menjual minyaknya pada level ini guna mendapatkan keuntungan. Investor dengan keuangan yang baik memberikan pengaruh yang cukup besar pada perdagangannya kemarin.Cordier mengaku dirinya tidak berharap OPEC akan kembali mengumumkan pemangkasan produksinya. Pernyataan dari Presiden OPEC yang meyakinkan tidak akan ada pemangkasan produksinya ternyata tidak mampu menenangkan pasar. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads