LRT rencananya akan dimulai 17 Agustus 2015, proyek ini bisa rampung selama 2 tahun atau akhir 2016. Misalnya total nilai proyek LRT rute Cibubur-Dukuh Atas senilai Rp 7 triliun.
Adhi Karya menargetkan bisa menerima pembayaran dari pemerintah setengah dari nilai proyek. Pemerintah berkomitmen akan membeli proyek LRT setelah dikerjakan oleh BUMN konstruksi ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita tunggu pembayaran setelah semua jadi nanti lama. Makanya skemanya mau seperti itu. Targetnya sebelum pemerintahan Jokowi berakhir 2019 maka proyek LRT dari Bekasi Timur, Cibubur, Dukuh Atas, Glogor dan Bogor bisa selesai," kata Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan di sela acara silaturahmi BUMN di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (27/7/2015).
Ia mengatakan pembangunan LRT rute Dukuh Atas bakal menyusuri jalan tol. Alhasil, proyek ini tidak banyak membutuhkan pembebasan lahan. Saat ini, Adhi Karya juga sudah mengirim karyawan untuk belajar pengembangan dan pengelolaan LRT ke Singapura dan China.
"Kita sendiri sudah kirim orang sekolah ke Singapura dan China untuk belajar pengelolaan kereta LRT," ujarnya.
Seperti diketahui PT Adhi Karya (Persero) tahun ini akan membangun proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek. LRT tersebut akan mencakup 6 rute (trase) mengelilingi wilayah Jabodetabek.
Rencananya, keenam trase tersebut pembangunannya akan dibagi menjadi 3 tahap. Pembangunan LRT tahap I akan menghubungkan Bekasi Timur- Cawang–Kuningan–Dukuh Atas, Cibubur-Cawang yang dimulai dibangun Agustus 2015. Sedangkan pembangunan tahap II menghubungkan jalur Cibubur–Bogor, Dukuh Atas–Palmerah–Senayan dan tahap III jalur Palmerah-Grogol.
Sementara itu detail design pembangunan di tahap I sedang dilaksanakan dan diharapkan selesai pada akhir Juli 2015 dan roses financial diharapkan tuntas pada minggu pertama bulan Agustus 2015. Adapun untuk tahap II dan III akan diselesaikan baik dari segi detail design, financial pada September 2015.
(feb/hen)











































