Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani menyebutkan data lengkap daerah favorit investasi sepanjang semester I-2015 sebagai berikut:
- Jawa Barat Rp 26,1 triliun
- DKI Jakarta Rp 17,4 triliun
- Kalimantan Timur Rp 12,8 triliun
- Banten Rp 10,7 triliun
- Jawa Timur Rp 11,7 triliun
Untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN), lokasi yang menjadi favorit investasi adalah:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Jawa Timur Rp 5,5 triliun
- Jawa Barat Rp 4,8 triliun
- Kalimantan Timur Rp 4,4 triliun
- Banten Rp 4,2 triliun
- Sumatera Selatan Rp 3,8 triliun
- Jawa Barat US$ 1,7 miliar
- DKI Jakarta US$ 1,2 miliar
- Kalimantan Timur US$ 700 juta
- Banten US$ 500 juta
- Jawa Timur US$ 500 juta
Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal, Azhar Lubis mengatakan, investasi di luar Jawa mulai diminati investor, terutama untuk pengolahan Sumber Daya Alam (SDA).
"Itu paling besar 2 investasi asing di Halmahera Utara dan Morowali, bentuknya smelter," kata Azhar dalam konpers di kantor BKPM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (27/7/2015).
Selain itu, Azhar menambahkan, investasi di luar Jawa juga ada berupa investasi pabrik semen di Papua, tapi masih dalam proses izin.
"Pengolahan bauksit dan nikel ada di Morowali. Di luar Jawa memang banyak industri pengolahan SDA. Lalu di luar Jawa ada peningkatan pembangkit listrik," imbuh Azhar.
(dnl/hen)











































