Amran Didampingi kepala Badan Penyuluh Pertanian Kabupaten Boyolali Juwaris, Asisten Teritorial S.Tonda, Kepala Pusdatin Kementan Suwandi, Kepala BPPSDM Pending Dadih, Camat Ngemplak dan Kepala Desa Giritirto, mereka duduk lesehan mendengar keluhan para petani.
Para petani mengeluhkan sulitnya dapat air untuk mengairi lahan setiap musim kemarau tiba. Menanggapi itu, Amran memberi bantuan 10 unit pompa air dan 10 unit hand tractor. Kawasan Boyolali, mendapat bantuan untuk mengebor 100 unit sumur dangkal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam dialog tersebut, banyak aspirasi yang disampaikan petani. Bahkan salah satu petani dengan lantang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantu perbaikan irigasi di kawasan Boyolali.
"Mohon sampaikan ke RI 1 kami butuh pengairan irigasi teknis dari Waduk Cengklik," pinta seorang petani.
Tak mau kalah dengan rekannya sesama petani, seorang petani wanita juga menyampaikan permintaannya soal sarana dan prasarana pertanian di Boyolali.
"Langsung saja, saya butuh alat memanen padi yang cepet dan gampang pak. Sawah saya kadang sampai kering belum dipanen," pinta sang ibu-ibu petani tersebut.
"Kami punya bu. Langsung saya penuhi," kata Amran menjawab.
Sementara itu, seorang Koordinator penyuluh upaya khusus (UPSUS) peningkatan produksi padi, jagung, dan kedele (Pajale) di Boyolali, Trie mengeluhkan belum punya gedung penyuluh.
"Untuk mendukung Upsus Pajale mohon dibantu. Sertifikasi penyuluh pun tidak lancar. Pertanian di sini juga dihadapkan pada kekurangan tenaga tanam, remaja lebih suka ke pabrik," pinta Trie.
"Saya tanya ke petani ya, pilih gedung atau irigasi?" tanya Amran
"Irigasi pak," kata para petani serempak jawab.
"Saya penuhi permintaan petani untuk irigasi dulu. (Penyuluh) Bisa ngantor di rumah kepala desa dulu ya," tegas Amran.
(hen/ang)











































