"Hubungan ekonomi kita baik, Inggris adalah investor nomor 5 terbesar di Indonesia. Kami mitra bisnis alami, ada banyak lagi yang bisa kita lakukan. Seperti Indonesia berusaha untuk tumbuh dan berkembang. Kami siap memberikan manfaat dari keahlian kami, apakah rekayasa atau energi dari perusahaan terkemuka kami untuk membantu rencana presiden Indonesia membangun infrastruktur," kata Cameron usai pertemuan, Senin (27/7/2015).
Dia mengatakan, Inggris siap untuk mempererat kerjasama, dengan meningkatkan kepercayaan bisnis di Indonesia, serta mendorong investasi agar terus berkembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan itu, Cameron juga menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan ASEAN Economic Community yang akan berlaku di akhir tahun ini.
Sebelumnya, Jokowi juga meminta Inggris meningkatkan investasinya di Indonesia.
"Saya ingin menyampaikan beberapa isu bilateral yang menjadi kepentingan kedua negara, di antaranya soal bebas visa antara Inggris dan RI dan kerjasama ekonomi," ujar Jokowi.
Indonesia, kata Jokowi, berharap Inggris bisa memberikan tarif bea masuk lebih rendah untuk produk kayu, pakaian, kopi, dan perikanan. Indonesia juga akan mulai kembali pembahasan comprehensive economic partnership agreement (CEPA) dengan Uni Eropa tahun ini.
"Kami mendorong Inggris untuk berinvestasi di Indonesia, seperti untuk sektor energi seperti pembangkit listrik, kilang minyak. Kemudian infrastruktur, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan lainnya," katanya.
Dalam pertemuan dengan Cameron, Jokowi didampingi sejumlah menteri, yaitu Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.
(dnl/ang)











































