Jonan Sindir Kualitas Kereta Made in Madiun, Ini Kata INKA

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Selasa, 28 Jul 2015 09:40 WIB
Jakarta -

Kualitas dan standar keselamatan Kereta Rel Listrik (KRL) produksi dalam negeri disindir oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan. KRL yang disindir tersebut dibuat dan dikembangkan oleh PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA di Madiun, Jawa Timur.

Lantas bagaimana penjelasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen kereta api tersebut?

General Manager Perencanaan dan Afffair INKA, I Ketut Astika membenarkan bila KRL yang dipesan oleh Kemenhub mengalami masalah teknis. Kereta yang dioperasikan untuk KRL Commuter Jabodetabek itu, kini sedang menjalani proses investigasi di Jerman.

"Sedang proses investigasi dan perbaikan," kata Ketut kepada detikFinance, Selasa (28/7/2015).

KRL yang dipermasalahkan berjenis KRL KFW. KRL tersebut diproduksi atas kerjasama antara INKA dengan produsen kereta dunia asal Jerman, Bombardier. Permasalahan terjadi pada gearbox.

Fungsi gearbox pada kereta, ujar Ketut, sama dengan fungsi gardan pada mobil yakni sebagai penerus gaya. Lanjut Ketut, permasalahan gearbox yang menimpa KRL produksi bersama tersebut hanya terjadi di Indonesia.

"Masalah utama yang terjadi saat ini, ada pada gearbox yang disuplai oleh Bombardier. Bombardier tetap bertanggung jawab atas masalah ini," ujarnya.

Ketut meminta maaf karena proses investigasi dan perbaikan memakan waktu relatif lama. Gearbox harus dibawa ke Jerman, akibatnya proses perbaikan KRL memakan waktu.

"Untuk proses investigasi dan perbaikannya, gearbox harus dikirim ke Jerman. Itu yang membuat masalah ini belum bisa diatasi langsung," ujarnya.

Seperti diketahui, Kemenhub membeli 9 trainset atau rangkaian KRL produksi lokal dari INKA. 1 trainset terdiri dari 4 unit kereta.

Kemudian, Kemenhub menghibahkan KRL made in Madiun tersebut kepada anak usaha PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ). Beberapa unit rangkaian KRL KFW kini dipakai untuk melayani warga Jabodetabek.

(feb/ang)