Genjot Infrastruktur, Menteri PU Minta Kontraktor Kerja 24 Jam

Genjot Infrastruktur, Menteri PU Minta Kontraktor Kerja 24 Jam

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 28 Jul 2015 11:14 WIB
Genjot Infrastruktur, Menteri PU Minta Kontraktor Kerja 24 Jam
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono merencanakan sistem pekerjaan pembangunan dilaksanakan selama 7 hari seminggu dan dibagi menjadi 2 shift dalam satu hari. Hal ini untuk mengejar target pembangunan infrastruktur yang sedang digenjot oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut dikatakan Basuki saat melakukan pengukuhan tambahan pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJKN) tingkat Nasional periode 2011-2015, kemarin seperti dikutip dari situs resmi Kementerian PUPR, Selasa (28/7/2015).

β€œKabinet kerja ini memfokuskan pada pembangunan infrastruktur, kami di Kementerian PUPR untuk percepatan, merencanakan 7 hari kerja dengan 2 shift, jadi semua pembangunan bendungan dan jalan tol dilaksanakan 7 hari seminggu dan 2 shift minimal untuk bisa mempercepat pelaksanaan pekerjaan dan penyelesaiannya,” seru Basuki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh sebab itu, Menteri Basuki mengatakan bahwa hal tersebut juga tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dari LPJKN sebagai organisasi yang menaungi masyarakat jasa konstruksi alias kontraktor.

β€œDengan sinergitas LPJKN, kami mohon dukungan teman-teman sekalian, pertama percepatan pelaksanaan 2015 dan percepatan pengadaan barang 2016 bahkan kalau bisa lagi kriteria akan kita naikkan, pekerjaan dengan nilai di bawah Rp 50 miliar harus dikerjakan perusahaan di daerah, tidak boleh lagi yang besar main di Rp 50 miliar,” kata Basuki.

Untuk anggaran tahun 2016, Kementerian PUPR akan mempercepat proses pengadaan barang maupun jasa dengan lelang yang dimajukan di bulan September 2015. Hal tersebut guna mempercepat proses penyerapan sehingga dapat segera di mulai di Januari 2016.

(hen/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads