Terlebih, bergulirnya isu kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) praktis membuat perekonomian negara berkembang termasuk Indonesia kelimpungan.
Meskipun baru sebatas isu, ketidakpastian ini sangat berpengaruh terhadap kinerja perekonomian Indonesia. Hal ini membuat perekonomian Indonesia melambat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faisal menyebutkan, ada beberapa isu ekonomi global yang mempengaruhi perekonomian Indonesia yaitu spekulasi kenaikan federal rate bahwa tahun ini akan dinaikkan suku bunga tapi tidak dijelaskan pastinya.
Selain itu, sejak 2011 sampai sekarang tingkat pengangguran AS terus menurun. Kemudian penurunan harga komoditas menekan ekspor Indonesia.
"Sebelum akhir tahun akan dinaikkan tapi tidak pernah pasti, naik turunnya fed rate ini akan berdampak ke ekonomi
Di sisi lain, ada isu krisis di Yunani, hasil referendum sudah kelihatan. Namun, dampaknya ke Indonesia tidak besar, dampak ke Uni Eropa sendiri sangat kecil, isu memang besar tapi dampak ke Indonesia sangat kecil.
"Tapi investor secara psikologis merasakan emerging market agak rentan maka merasa ini akan mempengaruhi," katanya.
Terkait hal itu, Faisal menyebutkan, dari berbagai forecast lembaga dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan tumbuh melambat, angkanya bervariasi, rata-rata hanya di angka 5%, bahkan JP Morgan Chase memberikan proyeksi pesimis terhadap ekonomi Indonesia yang hanya bisa tumbuh 4,4% tahun ini, HSBC Economics memberikan proyeksi paling optimis terhadap Indonesia sebesar 5,5%.
"Kuartal pertama slowdown, kuartal kedua kita perkirakan 4,9-5% masih lebih baik, kuartal ketiga dan keempat lebih baik lagi, sejauhmana tergantung dari sejauh mana respons pemerintah," katanya.
Perlambatan tersebut, kata Faisal, dikontribusi menurunnya konsumsi masyarakat dan menurunnya daya beli.
"Kita lihat konsumsi menurun, investasi diharapkan membaik, PMA dan PMDN walaupun membaik tapi melambat jadi harapannya di belanja pemerintah. Penjualan motor dan mobil turun. Impor barang, bahan baku dan modal cenderung turun, penjualan listrik PLN turun," sebut dia.
(drk/ang)










































