Terkendala Lahan, Proyek Sodetan Ciliwung Bakal Molor

Terkendala Lahan, Proyek Sodetan Ciliwung Bakal Molor

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 28 Jul 2015 18:52 WIB
Terkendala Lahan, Proyek Sodetan Ciliwung Bakal Molor
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan kabar kurang gembira terkait perkembangan proyek 'terowongan air raksasa' sodetan Sungai Ciliwung. Proyek ini bakal molor dari terget penyelesaian tahun ini.

Usai Basuki blusukan di lokasi pekerjaan proyek tersebut, ia menyampaikan bahwa proyek ini bakal mundur dari target tuntas Oktober 2015 bakal mundur hingga Agustus 2016.

"Karena masih ada kendala di lahan, pekerjaan kita target kemungkinan tidak terpenuhi. Tadi saya rapat finish semua baru Agustus 2016," ujar Basuki di lokasi pekerjaan outlet atau tempat keluarnya air di sisi Kalimalang di Kebon Nanas, Cipinang, Jakarta Timur,‎ Selasa (28/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendala lahan yang dimaksud terletak di kawasan Bidara China, Jakarta Timur. Kesulitan utama yang dihadapi adalah status tanah yang akan dibebaskan adalah tanah negara namun warga yang terlanjur menempati meminta ganti rugi untuk agar mau pindah dari lokasi tersebut.

Bila dilakukan ganti rugi maka negara akan dianggap melanggar hukum dengan menggunakan uang negara untuk membebaskan tanah yang sudah berstatus tanah negara.

Sehingga butuh surat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bisa dijadikan landasan hukum agar pemberian uang yang disebut uang kerohiman atau santunan dikemudian hari tidak dipermasalahkan secara hukum.

"Surat Perintah 1 kepada warga untuk segera membebaskan lahan sudah dilayangkan. Semoga bisa diterima dengan baik oleh warga. Minggu ini akan kita keluarkan Surat Perintah 2 dan selanjutnya semoga berjalan lancar," katanya.

Basuki menjelaskan, pembebasan lahan ini diperlukan sebagai lokasi pekerjaan proyek intuk memasukkan batangan-batangan pipa yang menjadi struktur konstruksi utama terowongan raksasa ini.

Ada 3 titik lokasi yang menjadi lokasi pekerjaan yang terdiri dari Kebon Nanas, Cipinang, Jakarta Timur yang terletak di sisi Outlet atau tempat keluarnya air menuju Kalimalang. Lalu Jalan Otista 3 yang menjadi lokasi pertengahan, dan ‎Bidara China yang menjadi tempat masuknya air alias Inlet yang berada di sisi Sungai Ciliwung.

"Kalau sudah jadi nantinya pipa ini akan mengalirkan air dari Sungai Ciliwung ke Sungai Kalimalang menuju Kanal Banjir Timur (KBT)," kata Basuki.

Ia menjelaskan, sodetan ini akan menjadi senjata pamungkas menghadapi luapan Sungai Ciliwung yang kerap menyeba‎bkan banjir Jakarta.

Di lokasi yang sama, Direktur Jenderal Sumberdaya Air Kementerian PUPR Mudjiadi mengatakan, target pembebasan lahan bisa tuntas pada Agustus 2015 ini sehingga penyelesaian konstruksi baru bisa selesai pada Agustus 2016.

"Yang ribet itu kan warganya, tanah negara kok minta diganti rugi. Ini juga yang bikin jadi mundur. Waktu itu kan target kita selesai Oktober 2015 karena asumsi kita Fabruari 2015 pembebasan lahan yang di inlet selesai, tapi ternyata baru akan selesai Agustus 2016 jadi semua selesai 2016," katanya.

Seperti diketahui proyek penanganan banjir di Jakarta yaitu sodetan Sungai Ciliwung berbentuk terowongan air sepanjang 1,25 km ini terdiri dari bagian inlet yang ada di sisi Sungai Ciliwung dan sisi outlet yang ada di sisi Kanal Banjir Timur (KBT).

Terowongan ini akan dipasang sebanyak 988 pipa air bawah tanah. Pipa ini dipasang sedalam 14 meter di bawah tanah. Batang-batang pipa raksasa sepanjang 2,5 meter dan berdiameter 3,5 meter ini.

(dna/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads