Proyek pembangunan terowongan air 'raksasa' sodetan Sungai Ciliwung Cipinang, Jakarta Timur sepanjang 1,25 Km terus dikerjakan. Terowongan yang memiliki 2 ruas ini masing-masing sudah mencapai progres panjang terowongan 600 meter dan 150 meter.
"Ada dua pipa yang akan dipasang masing-masing tahap pertama 600 meter dari outlet (tempat air keluar) di Kebon Nanas, Cipinang sampai tengah yakni Jalan Otista III. Pipa pertama sudah tembus 600 meter, pipa kedua sudah tembus 145 meter dari 600 meter yang direncanakan. Ditargetkan September ini bisa selesai 600 meter lagi untuk pipa kedua," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di lokasi proyek, Selasa (28/7/2015).
Proses konstruksi seharusnya lebih cepat dari target, yaitu dijadwalkan selesai pada Oktober 2015. Sayangnya, untuk tahap kedua proyek ini masih belum bisa dikerjakan karena masih terhambat proses pembebasan lahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah layangkan SP 1 (surat perintah) untuk warga membebaskan lahan. SP 2 akan kita layangkan minggu ini semoga bisa diterima dengan baik oleh masyarakat," katanya.
Proses pembebasan lahan di sisi Inlet ini molor dari rencana awal yang bisa selesai di Februari 2015, namun baru bisa benar-benar dibebaskan pada Agustus 2015.
"Pekerjaan dari outlet ke tengah segera selesai. Yang dari inlet ke tengah karena menunggu pembebasan lahan yang baru selesai Agustus 2015, kemungkinan selesai konstruksinya jadi mundur ke Agustus 2016," tuturnya.
Seperti diketahui proyek penanganan banjir di Jakarta yaitu sodetan Sungai Ciliwung berbentuk terowongan air sepanjang 1,25 km ini terdiri dari bagian inlet yang ada di sisi Sungai Ciliwung dan sisi outlet yang ada di sisi Kanal Banjir Timur (KBT).
Terowongan ini akan dipasang sebanyak 988 pipa air bawah tanah. Pipa ini dipasang sedalam 14 meter di bawah tanah. Batang-batang pipa raksasa sepanjang 2,5 meter dan berdiameter 3,5 meter ini.
(dna/hen)











































