Amran mengunjungi Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jatim. Rombongan melalui perjalanan darat dengan medan berat menuju lokasi yang ditempuh selama 2 jam dari pusat Kabupaten Trenggalek.
Medan berliku membelah bukit sesekali melintasi lahan sawah subur yang tengah panen di tengah perbukitan. Jalan berbatu belum teraspal mendominasi perjalanan yang dilintasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amran datang untuk panen raya padi dan pencanangan Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) Kedelai di Desa Masaran Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek.
Suasana meriah menyambut kedatangan Amran dan rombongan, musik tradisional gending Jawa Timur mengiringi acara.
Mentan didampingi Bupati Trenggalek Mulyadi, Kapolda Jatim, Dirjen Tanaman Pangan Hasil Sembiring, anggota DPR RI komisi IV Ibnu Multazam, Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog Wahyu Suparyono, Pangdam V Brawijaya Mayjen Eko Wiratmoko, dan Kapolres Trenggalek.
Panggung besar megah didirikan di dekat lokasi panen padi, ratusan warga memenuhi lokasi. Suasana sangat meriah lengkap dengan sambutan tarian tradisional dan gending Jawa Timur.
Mentan Amran langsung berjalan menuju hamparan sawah yang siap dipanen. Beberapa batang padi ditebasnya dan diangkat ke udara. Padi yang dipanen yaitu varietas Sembada yang ditanam dengan sistem jajar legowo SRI.
"Indeks pertanaman 2,75. Panen 3 bulan ke depan Jatim 550.000 ton. Total luas lahan 1,2 juta hektar padi sawah di Jawa Timur. Musim tanam ini lahan padi sawah yang ditanam seluas 600.000-650.000 hektar lahan sawah," ungkap Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur Nurfalakhi.
Lanjut usai panen raya padi, Mentan menuju lahan kedelai untuk memulai GPP-PTT kedelai varietas wilis seluas 160 hektar di desa tersebut.
(hen/hen)











































