Salah satunya ialah perusahaan karoseri asal Ungaran, Jawa Tengah bernama CV Laksana. Laksana akan memasok sebanyak 350 unit bus BRT.
Proses perakitan badan serta interior dan ekterior bus sedang berlangsung. Laksana sempat memerkan contoh bus BRT yang merupakan pesanan Kemenhub untuk Pemkot Bandung, Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pintu bus dibuat dengan konsep otomatis. Bus hanya bisa menaikkan dan menurunkan penumpang pada halte bus khusus karena desain bus dibuat tinggi atau high deck.
Jonan juga sempat merasakan sensasi ruang kemudi bus BRT. Ia mengaku cukup puas dengan bus yang bermesin dan chasis keluaran merek Hino tersebut.
"Secara sepintas, sudah oke," kata Jonan di Pabrik Karoseri CV Laksana, Ungaran, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2015).
Di tempat yang sama, Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman menyebut proses perakitan yang dimulai Bulan Juni 2015 bisa tuntas sebelum akhir 2015. Setelah proses perakitan tuntas, selanjutnya Laksana membawa pada unit pengujian kelayakan yang dikelola Kemenhub. Stefan mengaku sebanyak 50% komponen dipasok dari industri lokal.
"Untuk 1 unit bus bisa tuntas dalam waktu 1,5 bulan. Dalam 1 tahun, kita mampu merakit 1.200 unit bus," kata Stefan.
(feb/ang)











































