Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sebelumnya tercatat merugi cukup lama, kembali bangkit. PPD dalam waktu dekat akan meluncurkan 78 bus feeder untuk moda Trans Jakarta. Bus ini akan dilengkapi fasilitas e-ticketing, kamera CCTV hingga GPS.
"Tanggal 10 Juli besok, kita akan soft launching 78 unit bus model baru. Di dalamnya ada CCTV, GPS dan e-ticketing. Ini bus canggih," kata Direktur Utama PPD Pande Putu Yasa di Parbrik Karoseri CV Laksana, Ungaran, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, PPD juga bakal dipercaya mengelola sekitar ratusan bus bantuan Kemenhub yang dialokasikan tahun anggaran 2015. Bus tersebut beroperasi di kota penyangga Jakarta menuju pusat kota Jakarta sebagai moda feeder.
Dengan skema e-ticketing, nantinya pembayaran tiket oleh penumpang hanya dilayani melalui tiket elektronik. Tiket elektronik ini akan dijual di dalam bus. Sistem seperti ini telah berjalan pada operasional bus di negara maju seperti Singapura.
"Di dalam bus ada sistem e-ticketing. Ada petugas yang melayani pembayaran melalui sistem e-ticketing," ujarnya.
Ke depan, sistem e-ticketing bus milik PPD akan terkoneksi dengan sistem e-ticket milik Bus Trans Jakarta. Dengan sistem e-ticketing, Putu optimis kebocoran tiket bisa dihapus. Kebocoran tiket manual ini, sebelumnya yang membuat PPD merugi bertahun-tahun.
"Kebocoran 40% terjadi dengan tunai. Nantinya uang 40% bisa dipakai oleh perusahaan 20% dan 20% untuk kesejahteraan karyawan," ujarnya.
Kini, PPD diklaim sudah mulai untung sejak tahun 2012. Setelah perbaikan manajemen, BUMN yang pernah bertahun-tahun terperangkap masalah miss management ini mulai membukukan laba.
"Dari PPD berdiri sampai 2012 selalu rugi sampai puluhan miliar. Tapi mulai 2012 sampai 2014, PPD mulai untung. Tahun 2014 untung Rp 200 juta. Sekarang, semester I 2015 sudah untung Rp 4 miliar," ceritanya.
(feb/rrd)











































