Anak-anak muda ini rupanya mahasiswa dan alumni yang tengah bertugas sebagai Pendamping Upaya Khusus (Upsus) Swasembada Pangan atau disebut 'Sahabat Petani'.
Anak-anak muda mahasiswa fakultas pertanian yang direkrut dari berbagai universitas ini bertugas selama 3 bulan di area pendampingannya, seperti di Sragen, Klaten, Magelang hingga Tulungagung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ikut perekrutan dan bertugas sebagai pendamping Upsus dari April. Tugas saya mengikuti penyuluh untuk membantu menyelesaikan masalah para petani. Kami ingin bantu petani," tutur perempuan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya tersebut kepada detikFinance, di sela-sela kunjungan Mentan Amran, Rabu (29/7/2015).
Para mahasiswa dan alumni ini direkrut sejak awal tahun untuk datang ke desa selama tiga bulan mendampingi kegiatan Upaya Khusus (Upsus) swasembada pangan khususnya komoditas padi, jagung, dan kedelai.
Fajar Sutanto, rekan Nani sebagai Pendamping UPSUS dari universitas yang sama, terlihat sibuk memperhatikan arahan Mentan kepada petani. Sementara Nani mencatat hal-hal yang harus dilakukan kaitannya dengan hasil kunjungan Menteri. Ia sibuk mencatat identifikasi masalah irigasi dan mencatat akan adanya bantuan pompa serta hal yang akan dilakukan bersama petani nantinya.
Siti, Rektor STPP Malang turut mendampingi 'Sahabat Petani'. Ia menjelaskan, proses rekrutmen 'Sahabat Petani' ini diadakan di kampus-kampus yang mempunyai fakultas pertanian seperti STPP Malang.
"Di Tulungagung sendiri, Sahabat Petani pendamping Upsus ini mahasiswa dan alumni dari Universitas Brawijaya dan STPP Malang atau pergurun tingginya kementerian pertanian. Universitas Brawijaya merekrut Sahabat Petani dari universitas-universitas di Jatim yang punya Fakultas Pertanian. Di Kabupaten Tulungagung ada 29 orang Sahabat Petani diantaranya 10 orang dari STPP dan 19 direkrut oleh Unibraw," jelasnya.
(rrd/rrd)











































