Saat ini sudah ada sekitar 8.000 hektar sawah petani mengalami puso atau gagal panen dari total luas lahan sawah di Indonesia yang mencapai 8.124.072 hektar.
"Sampai hari ini baru 8.000 hektar lahan sawah dilaporkan puso," kata Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, ditemui usai panen padi di Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (30/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sesuai kenyataan, sudah jauh berkurang dari tahun lalu mencapai 35.000 hektar," katanya.
Amran juga mengungkapkan, tahun ini diperkirakan sebanyak 100.000 hektar lebih sawah petani selamat dari kekeringan.
"Tahun lalu lahan terdampak banjir, terkena hama (OPT) dan kekeringan mencapai 159.000 hektar, tahun ini hanya 50.000 hektar yang terdampak, artinya akan ada surplus dari 100.000 hektar," ujarnya.
Banyaknya sawah yang berhasil selamat tahun ini menurutnya, salah satunya hasil dari antisipasi yang dilakukan Kementerian Pertanian.
"Ini berkat langkah distribusi saran produksi. Pembangunan fisik irigasi tersier kami bangun 1,3 juta hektar, kami kirim pompa air, hingga bangun embung," katanya.
"Kami tahu bahwa Indonesia ada endemis kekeringan setiap tahun 200.000 hektar. Puso tahun lalu 35.000 hektar, tahun lalu Januari-Juli lahan kekeringan 200.000 hektar, tahun ini hanya 109 hektar, tahun lalu puso 35.000 hektar tahun ini 8.000 hektar," tutupnya.
(rrd/hen)











































