Jokowi Lanjutkan Mega Proyek Tanggul Laut Garuda 'Raksasa'

Jokowi Lanjutkan Mega Proyek Tanggul Laut Garuda 'Raksasa'

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 30 Jul 2015 14:15 WIB
Jokowi Lanjutkan Mega Proyek Tanggul Laut Garuda Raksasa
Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melanjutkan mega proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD)/Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN) atau yang dikenal dengan 'Tanggul Laut Garuda Raksasa'.

Rencananya proyek ini akan dibangun lebih komperhensif dari rancangan sebelumnya atau ada kajian ulang. Tanggul laut 'raksasa' salah satu instrumen agar wilayah Jakarta dan sekitarnya tak tenggelam beberapa puluh tahun ke depan.

Demikianlah hasil rapat koordinasi pemerintah yang disampaikan oleh Menko Perekonomian Sofyan Djalil di kantornya, Jakarta, Kamis (30/7/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rapat ini dihadiri oleh Menteri Tata Ruang dan Agraria Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

"Iya. Kalau NCICD kita hanya melihat sedikit. Hanya terfokus pada garuda di teluk di Jakarta. Padahal seharusnya kan secara komprehensif," ujarnya.

Komprehensif yang dimaksud adalah penataan wilayah Jakarta dan yang ada di sekitarnya. Dari wilayah pesisir timur hingga barat. Termasuk juga wilayah hulu mengailiri air ke sungai-sungai di Jakarta.

"Karena penataan pesisir yang paling prioritas adalah Jakarta dan sekitarnya. Karena Jakarta ini penurunan permukaan tanah sangat tinggi. Banjir yang terjadi, banjir besar yang 50 tahun sekali terjadi diperkirakan, sehingga dengan ukuran 700 liter per detik itu mengalir air, dengan kondisi yang seperti sekarang sudah tidak bisa ditampung," paparnya.

Sekarang NCICD akan masuk dalam tahapan kajian ulang. Pemerintah menyiapkan badan khusus di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Masa kajian adalah selama enam bulan ke depan dan kemudian dievaluasi kembali.

"Institusi ini udah ada di PUPR tapi kita mau berikan wewenang yang lebih besar. Untuk kasus Jakarta dan greater Jakarta ini akan berikan mandat khusus. Nanti diberikan TOR yang jelas," tukasnya

Berdasarkan dokumen National Capital Integrated Coastal Development (NCICD)/Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN), pembangunan tanggul raksasa di utara Jakarta dibuat dalam 3 tahap:

Pertama atau tahap A,‎ yaitu penguatan garis pantai Jakarta sudah dimulai pada tahun 2014. Rencananya dilakukan hingga 2018 atau 4 tahun ke depan.

Pada fase ini mencakup penguatan tanggul dan pemasangan stasiun pompa. Total investasinya mencapai US$ 1,9 miliar.

Kedua atau tahap B‎, pembangunan tanggul laut luar dan reklamasi laut (pulau buatan) seluas 1.250 hektar hingga 4.000 hektar pada periode 2018-2022. Pada fase ini juga akan dikembangkan jalan tol dari Tangerang dan Bekasi. Termasuk pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) dari pusat kota ke Jakarta.

Pada fase ini, selain pembangunan tanggul laut luar, juga ada pembangunan stasiun pompa, pintu air, pemindahan jaringan pipa, restorasi hutan bakau dengan perkiraan biaya US$ 4,8 miliar.

Ketiga alias tahap C‎, ini merupakan fase pembangunan tanggul luar di sisi timur Jakarta, namun sampai saat ini belum bisa ditentukan apakah tanggul laut di sisi luar bagian timur diperlukan. Alasannya penurunan muka tanah di kawasan timur masih relatif lambat dan sungai-sungai utama masih mengalir bebas.

Konsep tanggul laut 'Garuda Raksasa' di perairan Teluk Jakarta dianggap sebagai opsi terbaik untuk mencegah Jakarta Utara tenggelam di 2050. Konsep ini banyak punya manfaat seperti adanya tanggul dan waduk raksasa di Teluk Jakarta. Proyek ini sempat di-groundbreaking pada 9 Oktober 2014.

Diperkirakan butuh anggaran hingga Rp 500 triliun (pemerintah dan swasta) untuk menyelesaikan proyek ini secepatnya pada 2022 atau paling lambat 2030.



(mkl/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads