Proyek Harta Karun Energi di RI Diminati AS Hingga Inggris

Proyek Harta Karun Energi di RI Diminati AS Hingga Inggris

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 30 Jul 2015 15:52 WIB
Proyek Harta Karun Energi di RI Diminati AS Hingga Inggris
Jakarta - Investor asing kini mulai melirik pengembangan listrik tenaga panas bumi alias geothermal. Salah satunya karena tarif listrik yang ditawarkan ke investor paling tinggi dibandingkan negara lain.

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM, Rida Mulyana menyebut, meningkatkanya peminat investor asing karena tarif listrik untuk geothermal yang ditetapkan pemerintah sangat menarik.

"Tarif panas bumi kita, itu the best in the world. Pertama double digit sen per Kwh. Akibatnya investor berbodong-bondong berminat. Kayak Inggris dan AS. Padahal, Inggris nggak punya pengalaman tapi dia berminat," kata Rida saat diskusi di Kantor EBTKE, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain harga yang menarik, regulasi terkait perizinan untuk mengembangkan pembangkit geothermal juga sangat mendukung.

"Potensi dan tarif bagus. Serta yang dicari investor ternyata menyangkut regulasi," ujarnya.

Pemerintah juga akan mengalokasi proyek energi baru terbarukan yang salah satunya geothermal ke dalam mega proyek pembankit 35.000 megawatt (MW). Setidaknya, 25% dari proyek listrik 35.000 MW berasal dari energi terbarukan.

Meski demikian, Rida tidak menampik bila pemain dalam industri geothermal tidak banyak. Selain biaya ekplorasi untuk 1 sumur sangat mahal yakni US$ 10 juta, belum tentu sumur yang dibor menghasilkan uap.

"Tantangannya, operator besar yang ada itu-itu saja, lelang 10 WKP, yang ikut itu-itu saja," ujarnya.

(feb/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads