Kantor Kemendag Digeledah Polisi, Gobel: Saya Berterima Kasih

Kantor Kemendag Digeledah Polisi, Gobel: Saya Berterima Kasih

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 30 Jul 2015 19:01 WIB
Kantor Kemendag Digeledah Polisi, Gobel: Saya Berterima Kasih
Jakarta - Dua hari lalu, kantor Kementerian Perdagangan, tepatnya di bagian Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) digeledah oleh pihak dari Polda Metro Jaya, terkait dugaan suap dwelling time, atau izin proses keluar barang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Saat penggeledahan berlangsung, Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel sedang menemani Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kenegaraan di Singapura. Apa kata Gobel soal penggeledahan ini?

Menurut Gobel, penggeledahan ini tidak menimbulkan reaksi negatif dari para investor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak pengaruh. Itu malah kami anggap positif karena perbaikan buat kami. Saya malah terima kasih sama polisi. Saya malah langsung instruksi buat perbaikan, apa yang salah di perizinan impor ini. Semua kementerian juga saya rasa lakukan yang sama," jelas Gobel di kantornya, Jakarta, Kamis (30/7/2015).

Sampai saat ini, Gobel mengaku belum mendapatkan keterangan resmi dari kepolisian soal laporan pemeriksaan tersebut.

"Tanya sama polisi, saya belum dapat yang resmi," jelasnya.

Terkait perizinan impor ini, Gobel mengatakan pihaknya sudah melakukan sejumlah perbaikan sistem perizinan. Bahkan dia menjelaskan, 96% proses perizinan impor di Kemendag sudah online.

"Cuma 4 persen saja yang nggak online, ini kan barang berbahaya kimia. Jadi nggak bisa online. Dan saya mau jelaskan proses yang kalian perlu dipahami. Agar kalian paham," ungkap Gobel.

Perbaikan proses perizinan dilakukan Gobel untuk mempersiapkan diri menghadapi pasar bebas ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) pada 1 Januari 2016. "Ini (MEA) jadi momen kami memperbaiki diri, agar pengawasan ketat. Agar kita siap MEA, jangan kita hanya jadi negara tujuan impor saja," kata Gobel.

(dnl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads