Impor Sapi Dibatasi, RI Butuh Kapal Pengangkut Ternak

Impor Sapi Dibatasi, RI Butuh Kapal Pengangkut Ternak

Lani Pujiastuti - detikFinance
Jumat, 31 Jul 2015 09:31 WIB
Impor Sapi Dibatasi, RI Butuh Kapal Pengangkut Ternak
Jakarta - Indonesia hingga saat ini belum punya kapal khusus pengangkut ternak sapi. Kapal tersebut diperlukan untuk mengangkut ternak dari daerah sentra produksi sapi seperti NTT menuju Jakarta dan sekitarnya.

Terlebih saat ini kementerian perdagangan membatasi kuota impor sapi kuartal III-2015 hanya 50.000 ekor sapi bakalan dari Australia. Pembatasan tersebut untuk mengendalikan laju impor sapi bakalan.

Stok dalam negeri akan dioptimalkan. Sapi-sapi dari sentra akan diangkut lebih banyak, namun rupanya infrastruktur belum siap, Indonesia butuh kapal khusus pengangkut sapi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rencana kapal ternak sangat bagus dan kita memang sangat butuh sejak dulu. Layaknya kandang berjalan di atas laut lengkap dengan pakan untuk angkut ternak dalam jumlah besar," jelas Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Muladno ketika dihubungi detikFinance, Jumat (31/7/2015).

Muladno mengungkapkan selama ini ternak diangkut dari sentra seperti NTT dengan kapal barang bahkan kapal penumpang. "Selama ini sapi-sapi diangkut masuk truk. Truk masuk ke kapal ferry. Itu jelas ngga nyaman, bahkan masih ditemukan sapi-sapi digantung lehernya di atas kapal," ungkapnya.

Menurut Muladno, selain tidak nyaman, biayanya pun tinggi. "Biayanya tinggi karena dengan kapal penumpang atau barang hanya bisa angkut dalam jumlah kecil. Ternak kita banyak tapi tersebar dalam jumlah kecil-kecil dan di setiap daerah punya pemain sendiri," terangnya.

Muladno menjelaskan, kapal penumpang tidak layak bagi sapi karena sempit dan tidak bisa memberi pakan. Sapi harus diturunkan dari truk untuk diberi pakan. Hal tersebut cukup merepotkan dan resiko sapi lepas karena stress perjalanan.

"Kapal khusus ternak itu ada tempat pakan dan minum. Ternak juga butuh kenyamanan, bisa makan dan minum selama perjalanan berhari-hari. Seperti kandang berjalan, sapi hanya pindah lokasi saja," jelasnya.

Kementerian Perhubungan menyebut kapal khusus ternak beroperasi September tahun ini senilai Rp 60 miliar.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads