"Bulan Oktober selesai dan bisa langsung dioperasikan. Totalnya 1 unit dengan kemampuan membawa 500 ekor sapi," kata Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Bobby Mamahit kepada detikFinance di Kemenhub, Jakarta, Jumat (31/7/2015).
Kapal ini diklaim sebagai angkutan ternak modern pertama di Indonesia yang memenuhi standar animal welfare atau kesejahteraan hewan. Saat beroperasi, Kemenhub akan menugaskan PT Pelni (Persero) sebagai operator.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal yang dibeli seharga Rp 34 miliar tersebut, akan berlayar secara berjadwal untuk rute Pelabuhan Ampenan di Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju Pelabuhan di Cirebon, Jawa Barat.
Kapal akan membawa sapi dari pusat peternakan di NTT menuju pusat konsumsi daging di Pulau Jawa. Bobby mengaku angkutan kapal pembawa ternak sebetulnya sudah ada yang beroperasi namun kapasitas sangat terbatas. Selain itu, kapal yang beroperasi di dalam negeri belum memenuhi standar animal welfare.
"Kapal yang selama ini diprotes. Sempat ada sapi yang tanduknya lepas saat dibawa," sebutnya.
Bobby mengaku konsep kapal khusus ternak pertama kali bermula saat ribut-ribut masalah harga daging tahun 2013. Selanjutnya, Kementerian Perhubungan diberi tugas merancang konsep kapal ternak yang modern agar bisa mempercepat penangkutan.
Baru tahun 2015, kapal ternak dibeli oleh Kemenhub. Ke depan, pengadaan kapal ternak tambahan akan dilakukan oleh Kementerian Pertanian dan swasta.
"Sebenarnya trigger (pemicu) sebelum ada angkutan reguler. Nanti setelah itu dilepas supaya komersial," sebutnya.
(feb/hen)











































