Musim Kekeringan, Kementan: 90% Sawah Sudah Diselamatkan

Musim Kekeringan, Kementan: 90% Sawah Sudah Diselamatkan

Lani Pujiastuti - detikFinance
Jumat, 31 Jul 2015 14:31 WIB
Musim Kekeringan, Kementan: 90% Sawah Sudah Diselamatkan
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim berhasil menyelamatkan lahan persawahan dari kekeringan sebanyak 111.000 hektar. Data terakhir sawah yang terkena puso atau gagal panen hanya sekitar 8.900 hektar, jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu mencapai 35.000 hektar.

"El Nino sudah kita perkirakan sejak jauh hari. Bisa lihat Mentan sejak awal sudah bagikan pompa, hingga perbaikan irigasi. Posisi terakhir lahan sawah gagal panen atau puso hanya 8.900 hektar. Sudah diselamatkan 90% dari lahan kekeringan tahun ini 111.000 hektar," ungkap Seketaris Jenderal Kementerian Pertanian, Hari Priyono ditemui usai mengikuti Rakor di kantor Kemenko, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (31/7/2015).

Hari menjelaskan, Kementerian Pertanian tetap terus antisipasi supaya puso tidak bertambah. "Kita terus antisipasi dengan pompanisasi dan buat embung. Mentan terus jalan ke daerah sudah bagikan 18.000 unit pompa air dan bangun beberapa embung. Kami siapkan dana alokasi khusus tahun ini mencapai Rp 2,8 triliun untuk bangun embung," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari juga menerangkan, meski terjadi penurunan produksi akibat El Nino, tapi tidak signifikan sebab tahun ini BPS memprediksi produksi pertanian naik. "ARAM I angka produksi naik 6% dari 2014. Perluasan tanam mencapai 400.000 hektar sementara kekeringan hanya 111.000 hektar dan belum tentu semua puso," terangnya.

Wilayah endemis kekeringan dengan luasan sawah cukup besar diantaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. Indonesia punya riwayat kekeringan parah 15 tahun lalu. Terkait hal ini, Hari mengungkapkan keadaan saat ini relatif lebih aman.

"Kita punya pengalaman terburuk 1997, lahan sawah terkena kekeringan mencapai luas 230.000 hektar. Itu saja sudah yang terburuk, sedangkan tahun ini sampai Juli hanya 111.000 dan belum tentu puso masih bisa diselamatkan, jadi saya pikir tidak akan terjadi seperti 1997," terangnya.

Jawa Barat merupakan provinsi dengan luas lahan sawah terdampak kekeringan paling luas. Hari mengharapkan pengaturan waduk Jatiluhur bisa dilakukan untuk menyelamatkan daerah lumbung produksi beras yang beresiko tinggi kekeringan seperti seperti Majalengka, Indramayu, dan Cirebon.

Produk pertanian lain seperti hortikultura pun disampaikan tidak terdampak signifikan akibat kekeringan. "Tanaman hortikultura seperti cabai, tomat bisa dilihat di pasar harga normal kan. Di Jatim bahkan melon panen raya," tutupnya.

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads