Ada Kemarau Panjang, 220 Ribu Hektar Sawah Terancam Kekeringan

Ada Kemarau Panjang, 220 Ribu Hektar Sawah Terancam Kekeringan

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 31 Jul 2015 18:10 WIB
Ada Kemarau Panjang, 220 Ribu Hektar Sawah Terancam Kekeringan
Jakarta - Musim kemarau panjang hingga akhir tahun karena El-Nino, akan membuat 220 ribu hektar dari 8,1 juta hektar sawah di Indonesia terancam kekeringan. Sejumlah waduk juga telah mengalami defisit air.

"Bila El-Nino kuat, maka dilaporkan oleh Mentan, akan ada sekitar 220 ribu hektar dari sekitar 8,1 juta hektar lahan sawah yang terdampak. Sampai 30 Juli 2015, dari 16 waduk utama, 8 waduk normal dan 5 waduk mengalami defisit air," jelas Menko Bidang Maritim, Indroyono Soesilo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2015).

Indroyono mengatakan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono menyatakan tak ada masalah untuk pasokan air. Kementerian/Lembaga (K/L) lain juga sudah mengambil langkah-langkah antisipasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kementan sudah meminta kepada gubernur, bupati dan wali kota untuk mengalihkan dana alokasi khusus APBN 2015 sebesar Rp 2 triliun untuk pembuatan embung-embung di daerah. Juga disiapkan 20.000 pompa air, dan penyediaan sumur dangkal," jelas Indroyono.

Perum Bulog saat ini juga sedang membuat kajian agar pada Oktober, posisi stok berasnya mencapai 2,5 juta ton.

"Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan mengadakan kegiatan pengeboman air dari udara dengan mengundang partisipasi internasional. untuk mengadakan upaya penanggulangan kebakaran hutan, dan juga menyiapkan upaya-upaya penindakan terhadap para pembakar hutan dan lahan," papar Indroyono.

Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyediakan lemari pendingin atau cold storage untuk membantu nelayan yang memanen ikan. Ini akan diberikan di sepanjang pantau Barat Sumatera, Selatan Jawa, Selatan Bali, NTB, dan NTT.

"Sekiranya diperlukan bantuan, maka TNI akan mengerahkan upaya-upaya pemadaman kebakaran hutan dengan pesawat Hercules, pesawat helikopter dengan bombing paket, dan juga pembuatan sistem kimia retardant untuk disasarkan kepada wilayah-wilayah yang mengalami kebakaran lahan dan hutan," kata Indroyono.

(dnl/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads