Proyek Kereta LRT Cibubur-Dukuh Atas Belum Kantongi Izin

Proyek Kereta LRT Cibubur-Dukuh Atas Belum Kantongi Izin

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 31 Jul 2015 19:13 WIB
Proyek Kereta LRT Cibubur-Dukuh Atas Belum Kantongi Izin
Jakarta - Proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Cibubur-Dukuh Atas ditargetkan akan dimulai pada 17 Agustus 2015. Jaringan angkutan massal ini dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Namun, Adhi Karya harus mengantongi izin dari regulator yakni Kementerian Perhubungan terlebih dahulu, sebelum memulai pembangunan. Hingga kini, Kemenhub belum menerima proposal pembangunan kereta LRT tersebut. Artinya proyek ini belum mengantongi izin.

"Misal mau mengerjakan kontruksi ke kita, tapi sampai sekarang belum ada dokumen yang masuk. Kalau groundbreaking harus ada izin keluar dulu kalau belum, ya nggak mungkin," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian, Sugiadi Waluyo di Kemenhub, Jakarta, Jumat (31/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemenhub, kata Sugiadi, tidak akan mempersulit pengembangan angkutan massal berbasis rel seperti LRT. Bila dokumen usulan telah diterima, maka Kemenhub akan memproses dan mengeluarkan izin.

"Nanti ada izin pembangunan, kalau dokumen sudah siap, nggak ada masalah. Kita nggak akan mempersulit kalau dokumen ada," ujarnya.

Kemenhub bisa mengeluarkan izin dengan cepat bila dokumen lengkap. Kini, Adhi Karya, tengah menunggu revisi Peraturan Presiden (Perpres) untuk penugasan.

"Kalau dokumen lengkap, pasti disetujui dalam 1 minggu," sebutnya.
Β 
Sugiadi menyebut tantangan terbesar dalam pengembangan angkutan kereta ialah pendanaan. Selain memerlukan dana besar, proses pengembalian investasi juga relatif lama.

"Biasanaya yang sulit itu maslaah pendanaan. Apalagi itu proyek swasta, Kereta api itu pengembalian lama dan nggak bisa cepat. Kemudian biaya cukup tinggi tapi kalau sudah dibangun ya langsung jalan," tuturnya.

(feb/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads