"Yang paling (investasi) besar harusnya kita di pengolahan, di UPI (unit pengolahan ikan) di bagian Timur. Dulu waktu ikan masih banyak, karena infrastruktur yang bagus, semua orang bangun UPI di bagian Barat," kata Saut ditemui di Kantor KKP, Jalan Merdeka Timur, Jakarta, Jumat (31/7/2015).
Saut melanjutkan, dalam perjalanan waktu, produksi ikan di wilayah Barat mulai menurun, sehingga harus memasok ikan dari Timur Indonesia yang masih melimpah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saut mengatakan, saat ini sudah ada perusahaan asing yang mulai menanamkan investasinya di Timur Indonesia. "Sekarang Cina saja sudah investasi di KEK (kawasan ekonomi khusus) di Bitung, Sulawesi Utara. Sama Palu juga, pasti ini rata-rata perikanan. Realisasi investasi saya belum dapat anggaran," tutupnya.
Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai penanaman modal asing (PMA) sektor perikanan semester-I 2015 sektor perikanan sebesar US$ 49,98 juta di 43 proyek. Sementara, dari PMDN (penanaman modal dalam negeri) perikanan tercatat Rp 271,71 miliar di 8 proyek.
(rrd/rrd)











































