China Investasi Perikanan di Bitung dan Palu

China Investasi Perikanan di Bitung dan Palu

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 31 Jul 2015 19:46 WIB
China Investasi Perikanan di Bitung dan Palu
Jakarta - Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Saut Hutagalung mengungkapkan, industri perikanan saat ini masih terfokus di wilayah Barat Indonesia saat ini, padahal stok ikan sekarang lebih banyak di daerah Timur Indonesia.

"Yang paling (investasi) besar harusnya kita di pengolahan, di UPI (unit pengolahan ikan) di bagian Timur. Dulu waktu ikan masih banyak, karena infrastruktur yang bagus, semua orang bangun UPI di bagian Barat," kata Saut ditemui di Kantor KKP, Jalan Merdeka Timur, Jakarta, Jumat (31/7/2015).

Saut melanjutkan, dalam perjalanan waktu, produksi ikan di wilayah Barat mulai menurun, sehingga harus memasok ikan dari Timur Indonesia yang masih melimpah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sepuluh tahun kemudian ikan makin susah, makanya ikan dipasok dari Timur. Sementara, sekarang setelah biaya logistik mahal, datangkan ikan dari Timur ke Barat mahal, ongkos logistik naik, makanya kita dorong bagaimana investasi itu harus di Timur, di sumber ikannya," jelas Saut.

Saut mengatakan, saat ini sudah ada perusahaan asing yang mulai menanamkan investasinya di Timur Indonesia. "Sekarang Cina saja sudah investasi di KEK (kawasan ekonomi khusus) di Bitung, Sulawesi Utara. Sama Palu juga, pasti ini rata-rata perikanan. Realisasi investasi saya belum dapat anggaran," tutupnya.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai penanaman modal asing (PMA) sektor perikanan semester-I 2015 sektor perikanan sebesar US$ 49,98 juta di 43 proyek. Sementara, dari PMDN (penanaman modal dalam negeri) perikanan tercatat Rp 271,71 miliar di 8 proyek.

(rrd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads