FAO Ingatkan Negara di Dunia Soal Kekeringan Hingga Akhir Tahun

FAO Ingatkan Negara di Dunia Soal Kekeringan Hingga Akhir Tahun

Lani Pujiastuti - detikFinance
Minggu, 02 Agu 2015 12:52 WIB
FAO Ingatkan Negara di Dunia Soal Kekeringan Hingga Akhir Tahun
Jakarta - Food and Agriculture Organization (FAO) atau Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia mengingatkan negara-negara di dunia soal dampak gelombang panas El Nino tahun ini. FAO mencatat kemungkinan atau probabilitas El Nino 80-90% bakal berlangsung hingga akhir 2015.

Laporan FAO terbaru pada Juni 2015 yang berjudul possible impact on agricultural production during the second half 2015, menggaris bawahi El Nino yang berlangsung sejak Maret, akan berdampak pada produksi pertanian paling tidak hingga November 2015.

Prediksi tersebut mengacu pada variasi periodik El Nino di belahan bumi utara dari data Pusat Prediksi Iklim National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

El Nino membuat suhu permukaan air laut lebih tinggi dari rata-rata di Samudera Pasifik dekat garis khatulistiwa, khususnya Asia Tenggara, Afrika Timur dan Afrika Barat. FAO mewanti-wanti negara yang sudah mengawali masa tanamnya sejak Maret hingga November nanti, terkait dampak penundaan masa tanam hingga risiko penurunan hasil panen.

Dimulai dari Asia, musim kering dan curah hujan di bawah rata-rata akan berdampak ke negara di Asia Tenggara seperti Indonesia dan Filipina yang menanam padi di sawah tadah hujan pada periode April-September. Dampaknya bisa menurunkan produksi di bawah rata-rata.

Bergeser ke Afrika Timur, hujan di bawah normal akan mempengaruhi pertanaman serealia seperti gandum dan jagung periode Oktober-November yang akan dipanen Maret. Dampaknya dapat menghambat pertumbuhan tanaman hingga menurunkan potensi hasil panen.

Sebaliknya, dampak El Nino bagi negara bagian selatan tanduk Africa seperti Somalia, Kenya dan selatan Ethiopia akan mengalami curah hujan melimpah bahkan risiko banjir pada musim hujan singkat Oktober-Desember.

Hujan di atas rata-rata juga dapat mempengaruhi pertanaman serealia di Argentina, Brasil dan Uruguay yang merupakan sentra serealia seperti gandum, jagung dan kedelai. Negara di bagian selatan Amerika Latin tersebut akan hujan dengan intensitas lebih berat. Hujan di akhir tahun dapat menunda penanaman sehingga mundur panen Maret.

Beberapa negara bagian Australia seperti Queensland dan New South Wales perlu mengantisipasi dampak El Nino terhadap produksi gandum yang ditanam pada periode terebut dan akan mulai panen November.

Amerika bagian utara menabur benih serealia pada Maret untuk dipanen enam bulan kemudian pada Oktober. Selama El Nino, sentra penghasil jagung di Midwest menerima hujan lebih sedikit. Sedangkan September-Oktober mendatang memasuki musim tanam jagung untuk dipanen Mei, kondisi kering dapat memengaruhi awal tanam.

Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia, tahun ini Indonesia mengalami El Nino level moderate sampai November.

Suhu akan naik 1-2 derajat celcius. Seperti dikutip dari Laporan Bank Dunia Kuartalan Juli 2015, resiko relatif kecil untuk kegiatan perekonomian termasuk sektor pertanian. Namun BPS tetap mengestimasi produksi padi tahun 2015 akan naik 6,6% dari tahun 2014 sebesar 70,9 juta ton menjadi 75,5 juta ton pada 2015.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads