Ini 7 Komoditas Pertanian Paling Kena Dampak El Nino

Ini 7 Komoditas Pertanian Paling Kena Dampak El Nino

Suhendra - detikFinance
Senin, 03 Agu 2015 07:17 WIB
Ini 7 Komoditas Pertanian Paling Kena Dampak El Nino
Jakarta - Fenomena El Nino atau gelombang panas akibat meningkatnya suhu permukaan air laut, tengah melanda Indonesia dengan level moderat. Fenomena ini pun melanda negara-negara lain di dunia. Lahan pertanian menjadi yang paling berisiko terdampak kekeringan akibat El Nino.

Negara-negara prudusen komoditas pangan penting pun mencemaskan produksi di negaranya. Pusat prediksi iklim milik Departemen Perdagangan Amerika Serikat National Oceanic and Atmospheric Adminitration (NOAA) memprediksi El Nino bakal menguat dan lebih lama dari prediksi semula melanda negara-negara di belahan bumi utara.

Berikut komoditas pertanian paling berisiko terancam produksinya akibat El Nino seperti dikutip dari CNBC, Senin (3/8/2015).

1. Gandum

Negara produsennya yaitu Australia terkena dampak El Nino yang membawa cuaca kering di wilayah sepanjang sabuk produksi biji-bijian di bagian timur.

Gandum ditanam pada bulan April-Mei, lalu akan mengalami bulan penentuan tanam atau istirahat pada September.

Panen gandum paling bagus dilakukan saat kemarau. Namun kondisi terlalu kering dapat menghambat pertumbuhan tanaman gandum.

2. Beras

Bahan pangan pokok negara-negara di Asia ini stoknya sedang melimpah di negara produsen seperti India dan Thailand. Harga yang diperdagangkan saat ini 12 persen lebih rendah dari tahun lalu.

Namun pada musim tanam saat ini, tanaman yang belum dipanen bisa gagal panen. Sedangkan padi yang ditanam Mei-Juli butuh air selama Juli-Agustus.

3. Kedelai

Produksi kedelai akan terkena imbas di India, negara produsen minyak biji-bijian terbesar kedua di dunia. El Nino membawa cuaca kering ke negara bagian barat dan ibu kota India.

Ini dapat mendorong India mengekspor minyak sawit lebih banyak sebagai substitusi dari minyak kedelai dan menaikkan harganya. Kedelai di India ditanam pada Juni-Juli dan butuh air pada Agustus-September.

4. Minyak Sawit

El Nino tidak segera memukul pasokan minyak sawit karena membutuhkan waktu sekitar sembilan bulan sampai satu tahun untuk pohon menunjukkan stres karena kekeringan.

Tapi meningkatnya permintaan dari importir seperti India dan China serta kekhawatiran akan pengetatan produksi akibat stres tanaman akan meningkatkan harga. Sekitar 90 persen dari minyak sawit dunia diproduksi di Indonesia dan Malaysia.

5. Jagung

Produksi jagung di China dan India turut berisiko. China biasanya bisa lolos dari El Nino, namun lahan jagung di sana perlu air dengan volume relatif lebih banyak. Kekeringan pun menghantui lahan jagung India.

Ekspor tanaman India bisa turun, dan menjadi kesempatan bagi pemasok Amerika Selatan ekspor jagung lebih banyak.

6. Kopi

Kebun kopi di selatan Amerika yang masih stres karena dilanda kekeringan tahun lalu, akibat El Nino selama musim panen dalam enam bulan ke depan akan diguyur hujan akibat pola cuaca.

Hujan bisa merugikan kualitas biji yang dipanen sebab membuat rasa biji kopi lebih pahit.

7. Tebu

Tebu yang dilanda kekeringan di Amerika Selatan akan diuntungkan akibat El Nino. Sebab El Nino membawa hujan ke daerah tersebut.

Namun hujan yang berlebih justru bisa mengganggu panen dan menurunkan kandungan sukrosa atau kadar gula.

Halaman 2 dari 8
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads