Negara-negara prudusen komoditas pangan penting pun mencemaskan produksi di negaranya. Pusat prediksi iklim milik Departemen Perdagangan Amerika Serikat National Oceanic and Atmospheric Adminitration (NOAA) memprediksi El Nino bakal menguat dan lebih lama dari prediksi semula melanda negara-negara di belahan bumi utara.
Berikut komoditas pertanian paling berisiko terancam produksinya akibat El Nino seperti dikutip dari CNBC, Senin (3/8/2015).
1. Gandum
|
|
Gandum ditanam pada bulan April-Mei, lalu akan mengalami bulan penentuan tanam atau istirahat pada September.
Panen gandum paling bagus dilakukan saat kemarau. Namun kondisi terlalu kering dapat menghambat pertumbuhan tanaman gandum.
2. Beras
|
|
Namun pada musim tanam saat ini, tanaman yang belum dipanen bisa gagal panen. Sedangkan padi yang ditanam Mei-Juli butuh air selama Juli-Agustus.
3. Kedelai
|
|
Ini dapat mendorong India mengekspor minyak sawit lebih banyak sebagai substitusi dari minyak kedelai dan menaikkan harganya. Kedelai di India ditanam pada Juni-Juli dan butuh air pada Agustus-September.
4. Minyak Sawit
|
|
Tapi meningkatnya permintaan dari importir seperti India dan China serta kekhawatiran akan pengetatan produksi akibat stres tanaman akan meningkatkan harga. Sekitar 90 persen dari minyak sawit dunia diproduksi di Indonesia dan Malaysia.
5. Jagung
|
|
Ekspor tanaman India bisa turun, dan menjadi kesempatan bagi pemasok Amerika Selatan ekspor jagung lebih banyak.
6. Kopi
|
|
Hujan bisa merugikan kualitas biji yang dipanen sebab membuat rasa biji kopi lebih pahit.
7. Tebu
|
|
Namun hujan yang berlebih justru bisa mengganggu panen dan menurunkan kandungan sukrosa atau kadar gula.











































