BPS: Produksi Bawang Merah Tahun Lalu Defisit

BPS: Produksi Bawang Merah Tahun Lalu Defisit

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Senin, 03 Agu 2015 14:26 WIB
BPS: Produksi Bawang Merah Tahun Lalu Defisit
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi hortikultura lokal sepanjang 2014. Bawang merah dan cabai besar tercatat defisit, namun cabai rawit surplus.

Demikian dikatakan Kepala LPS Suryamin saat konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (3/8/2015).

Suryamin menyebutkan, produksi bawang merah di 2014 tercatat 1,234 juta ton atau naik 22,08% dibandingkan 2013.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bawang merah untuk memenuhi konsumsi rumah tangga bisa terpenuhi karena konsumsi rumah tangga sekitar 635.700 ton, konsumsi non rumah tangga seperti industri manufaktur sebesar 719.200 ton, kalau dijumlahkan maka secara total 1,35 juta artinya defisit untuk bawang merah.

"Tapi timingnya secara total dalam setahun terpenuhi, tapi secara bulanan, ini musiman, saat panen banyak sekali, kering sedikit sekali, jadi mungkin pemerintah lagi cari cara bagaimana bisa menyimpan lebih lama sehingga harga stabil," jelasnya.

Produksi bawang merah menurun menurut provinsi, di antaranya Sumatera Utara, Bengkulu, Banten, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sementara yang produksinya masih naik ada di Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara itu, produksi cabai besar di tahun 2014 tercatat 1,075 juta ton, naik 6,09% dibandingkan 2013.

Angka tersebut kalau untuk memenuhi konsumsi rumah tangga hanya 0,38 juta ton, sebenarnya terpenuhi tapi ada konsumsi non rumah tangga untuk industri sebesar 1,6 juta ton, sehingga secara total kalau untuk memenuhi konsumsi rumah tangga aman tapi industri belum, jadi secara keseluruhan masih defisit.

Penyebarannya di beberapa provinsi, terjadi penurunan produksi yaitu di Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Lampung. Sementara provinsi yang produksinya masih naik adalah Aceh, Bengkulu, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sedangkan produksi cabai rawit di tahun 2014 mencapai 800.480 ton atau naik 12,29% dibanding 2013, kebutuhan 2015 tidak begitu beda jauh.

Dengan 800,48 ribu ton untuk konsumsi rumah tangga sebesar 364,4 ribu ton, non rumah tangga seperti industri 280.700 ton, secara total konsumsi 645.160 ton.

"Untuk cabai rawit ini masih surplus, hanya ada permasalahannya kalau dilihat per bulan atau 3 bulan, surveinya jomplang, melimpah banget, nah April, Mei, Juni ada tapi sedikit sekali, artinya tidak merata, tapi pemerintah sudah mengantisipasi, cabai rawit melonjak harganya tapi secara total ada produksinya jadi bagaimana pemerintah memaintance saat ada produksi banyak untuk disuplai saat tidak ada produksi," katanya.

Distribusi menurut wilayahnya yang masih mengalami penurunan produksi di Jambi dan Jawa Barat. Sementara yang masih naik terjadi di Aceh, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bali.

(drk/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads