"Ya itu harus dimanfaatkan. Bahkan bukan hanya Amerika saja. Negara-negara Timur Tengah pun sekarang sedang membidik ikan dari Sulawesi karena pasokan mereka yang sebelumnya banyak dari negara tetangga Indonesia sudah mulai hilang karena kita tegas memberantas illegal fishing," kata Gobel di kantor Kemendag, Jakarta, Senin (3/8/2015)
Gobel optimistis, upaya pemberantasan mafia penyelundupan termasuk di sektor perikanan akan sangat membantu target peningkatan ekspor Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia beralasan, sebagai gambaran selama ini ekspor perikanan yang terdata hanya US$ 1 miliar, namun yang sesungguhnya bisa mencapai US$ 10 miliar, karena ada illegal fishing.
"Kalau itu bisa diberantas maka kenaikan 300% gampang dicapai bahkan bisa lebih kan," katanya.
Pembebasan bea masuk impor produk perikanan Indonesia di pasar AS, sejalan adanya pembaharuan dan perpanjangan skema Generalized System of Preference (GSP) oleh Presiden Barack Obama, dengan persetujuan Senat AS.
GSP merupakan skema khusus dari negara-negara maju yang menawarkan perlakuan istimewa non-timbal balik seperti tarif rendah, atau nol kepada impor produk yang berasal dari negara-negara berkembang.
AS merupakan pasar tujuan ekspor utama bagi produk perikanan Indonesia. Selama empat tahun terakhir, nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke AS terus menunjukan peningkatan, yaitu US$ 1,07 miliar pada tahun 2011, US$ 1,15 miliar pada tahun 2012 atau naik 7%.
Lalu naik lagi 15% menjadi US$ 1,33 miliar di 2013, dan menjadi US$ 1,84 Miliar di 2014 atau naik 38%. Pasca kebijakan baru dari AS, maka ekspor ikan ke AS akan naik diperkirakan sampai 40%.
(dna/hen)











































