Proyek kereta ringan fase I itu akan dikembangkan oleh PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Lantas, sudah sejauh mana persiapan pembangunan kereta ringan yang diusulkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu?
Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan mengaku pihaknya telah mengirimkan insinyur mereka untuk belajar tentang pengelolaan dan pengembangan kereta ringan ke negara yang memiliki sistem transportasi massal, seperti: Singapura hingga China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sendiri sudah kirim orang sekolah ke Singapura dan China untuk belajar pengelolaan kereta LRT," kata Kiswo beberapa waktu lalu.
Adhi Karya juga telah melakukan studi kereta ringan. Selain studi, persiapan yang telah dilakukan berupa pencarian modal. Adhi Karya akan menerbitkan saham baru pada 10 September 2015 nanti. Perseroan menargetkan mampu meraih dana sekitar Rp 2,745 triliun dari rencana right issue sebagai dana awal. Total dana yang diperlukan membangun LRT fase I sekitar Rp 7 triliun.
Kini, Adhi Karya masih menunggu proses revisi Peraturan Presiden (Perpres) Penugasan. Di dalam revisi itu, proyek LRT Adhi Karya akan dibeli oleh pemerintah. Dana hasil pembelian akan dipakai mengembangkan koridor LRT lain sambungan fase I.
Bila Perpres terbit dalam waktu dekat ini, Adhi Karya selanjutnya akan mengurus berbagai perizinan di level daerah hingga pemerintah pusat.
"Itu mintanya pemerintah groundbreaking 17 Agustus. Kita harus kerja keras untuk mengejar izin. Kita tunggu revisi Perpres. Kemudian baru ngurus izin ke Pemda sampai Kemenhub," ujarnya.
(feb/hen)










































