Tol Akses Tanjung Priok Molor, Pengaruhi Dwelling Time di Priok

Tol Akses Tanjung Priok Molor, Pengaruhi Dwelling Time di Priok

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 04 Agu 2015 15:53 WIB
Tol Akses Tanjung Priok Molor, Pengaruhi Dwelling Time di Priok
Jakarta - Kontraktor pelaksana pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Tanjung Priok akan merobohkan 69 tiang Jalan Tol di Ruas E-2 yang berada di sekitar Cilincing Jakarta Utara karena terindikasi retak dan tak sesuai spesifikasi. Pembongkaran ulang ini membuat pengoperasian tol penghubung Pelabuhan Priok ini menjadi molor.

Hal ini mendapat respons serius dari pelaku industri yang bakal memanfaatkan fasilitas ini nantinya terutama terkait masalah dwelling time atau masalah proses bongkar hingga keluar barang dari Pelabuhan Tanjung Priok menjadi lama.

Anggota Tim Konsultasi Larangan Pembatasan Lembaga Konsultasi Kepabeanan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jakarta Adil Karim mengatakan, dengan adanya pembongkaran ini maka dalam kurun 2 tahun ke depan masalah lambatnya dwelling time masih akan sulit diatasi karena proses keluar barang masih mangandalkan jalan non tol.‎

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita dengar ada tiang jalan tol yang mau dibongkar karena retak dan miring. Ini turut mempengaruhi dwelling time juga. Dengan adanya pembongkaran ini berarti kita harus bersabar lagi 2-3 tahun dwelling time kita masih akan bermasalah," tutur dia dalam diskusi di Kantor Kement‎erian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (4/8/2015).‎

Menurutnya, masalah akses jalan di darat turut mempengaruhi proses keluarnya barang dari pelabuhan. Proses keluarnya barang sendiri dihitung sebagai salah satau kegiatan yang menyumbang lambatnya proses dwelling time.

"Lambatnya penyediaan jalan yang baik. Ini turut mempengaruhi dwelling time. Itu mempengaruhi juga. Karena arus barang itu kan ada faktor daratnya," tuturnya.

Ia menyarankan agar ada penyediaan jalan alternatif sementara bagi akses keluar masuknya kendaraan pengangkut barang dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok sambil menunggu pembangunan ulang Jalan Tol Akses Tanjung Priok selesai.‎

Proses dwelling time mencakup pre custome yaitu proses dokumen barang, lalu custome atau tahap pemeriksaan bea cukai, hingga post custome yaitu proses keluar barang. Kondisi di sekitar pelabuhan dianggap juga mempengaruhi proses post custome, meski rangkaian terlama dwelling time ada di tahap pre customes.

(dna/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads