Hal ini mendapat respons serius dari pelaku industri yang bakal memanfaatkan fasilitas ini nantinya terutama terkait masalah dwelling time atau masalah proses bongkar hingga keluar barang dari Pelabuhan Tanjung Priok menjadi lama.
Anggota Tim Konsultasi Larangan Pembatasan Lembaga Konsultasi Kepabeanan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jakarta Adil Karim mengatakan, dengan adanya pembongkaran ini maka dalam kurun 2 tahun ke depan masalah lambatnya dwelling time masih akan sulit diatasi karena proses keluar barang masih mangandalkan jalan non tol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, masalah akses jalan di darat turut mempengaruhi proses keluarnya barang dari pelabuhan. Proses keluarnya barang sendiri dihitung sebagai salah satau kegiatan yang menyumbang lambatnya proses dwelling time.
"Lambatnya penyediaan jalan yang baik. Ini turut mempengaruhi dwelling time. Itu mempengaruhi juga. Karena arus barang itu kan ada faktor daratnya," tuturnya.
Ia menyarankan agar ada penyediaan jalan alternatif sementara bagi akses keluar masuknya kendaraan pengangkut barang dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok sambil menunggu pembangunan ulang Jalan Tol Akses Tanjung Priok selesai.
Proses dwelling time mencakup pre custome yaitu proses dokumen barang, lalu custome atau tahap pemeriksaan bea cukai, hingga post custome yaitu proses keluar barang. Kondisi di sekitar pelabuhan dianggap juga mempengaruhi proses post custome, meski rangkaian terlama dwelling time ada di tahap pre customes.
(dna/hen)











































