Pulau 'Perawan' di Belitung Khusus untuk Karantina Sapi Induk Impor

Pulau 'Perawan' di Belitung Khusus untuk Karantina Sapi Induk Impor

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 05 Agu 2015 13:54 WIB
Pulau Perawan di Belitung Khusus untuk Karantina Sapi Induk Impor
Tanjung Pandan - Kementerian Pertanian (Kementan) sedang menyiapkan pulau khusus sebagai pusat karantina sapi impor. Sapi-sapi impor yang akan masuk ke Indonesia harus melalui proses karantina di pulau ini.

Kandidat terkuat adalah Pulau Naduk di Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Pulau yang tak berpenghuni alias masih 'perawan' ini punya luas hingga 2.100 hektar.

Kapala Pusat Karantina Hewan dan Sumber Daya Hayati Hewani Badan Karantina, Kementerian Pertanian (Kementan), Sujarwanto mengatakan, pembangunan pulau ini untuk mendukung program swasembada daging sapi. Sapi yang masuk ke pulau karantina ini hanya untuk sapi induk impor, sebelum dikembangkan di Indonesia

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kalau pada bergantung pada sapi indukan lokal itu lama. Makanya tujuan pulau karantina ini supaya dimungkinkan kita bisa impor sapi indukan dari negara-negara yang risiko tinggi dari penyakit mulut dan kuku (PMK)," katanya di Hotel Hatika, Tanjung Pandan, Belitung, Rabu (5/8/2015),

Semenjak revisi UU Nomor 18 Tahun 2009 menjadi UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Indonesia memungkinkan mengimpor sapi dari negara zone base atau belum seluruhnya satu negara (country base) bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun sapi gila.

Untuk mencegah hewan dari PMK, khususnya dari sapi indukan impor yang baru datang ke Indonesia, maka harus ada pengawasan cermat dengan memeriksa sapi di pulau karantina.

"Kebetulan tahun 2014 ada revisi UU peternakan yang membolehkan masuknya sapi indukan dari negara yang bebas ataupun negara yang belum bebas dari penyakit kayak PMK," katanya.

Sujarwanto mengatakan, sejalan dengan perubahan aturan itu, maka Pulau Naduk di Belitung dikaji lebih mendalam, untuk kemumgkinan memasukan sapi-sapi impor indukan asal negara zone base.

"Memasukan sapi indukan untuk tujuan peningkatan populasi dari luar negeri agar cepat swasembada," katanya.

(hen/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads