Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan, dari jumlah tersebut, belanja kementerian/lembaga (K/L) sudah terserap Rp 261 triliun (32,8% dari alokasi APBN-P). Lalu anggaran non K/L sebanyak Rp 263,1 triliun (50,2%) dari alokasi APBN-P.
"Untuk pendapatan negara sudah terealisasi Rp 771,4 triliun atau 43,8% dari target APBN-P 2015. Masih di bawah tahun lalu karena PNBP (penerimaan negara bukan pajak) migas masih rendah," kata Bambang di kantornya, Jakarta, Rabu (5/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PNBP jelas turun dibandingkan tahun lalu. Realisasi sekarang Rp 150,2 triliun atau 55,8% dari target," kata Bambang.
Sementara anggaran transfer ke daerah yang sudah dicairkan hingga akhir Juli 2015 adalah Rp 389,3 triliun, atau 58,6% dari target di APBN-P 2015.
Dari hasil tersebut, defisit anggaran hingga akhir Juli 2015 adalah Rp 142 triliun atau 1,22% dari PDB. Namun Bambang mengatakan, pemerintah sudah mendapatkan pembiayaan dari utang dan sebagainya Rp 207,5 triliun.
"Jadi ada kelebihan uang tunai Rp 65,4 triliun. Meski penerimaan negara harus mengejar belanja, rapi sudah ada cash flow," ujar Bambang.
(dnl/ang)











































